Perang Iran disebut mulai mengguncang pasar komoditas global dan dampaknya dinilai meluas jauh melampaui minyak. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap ketersediaan sejumlah komoditas penting yang selama ini menjadi penopang berbagai sektor industri.
Sejumlah komoditas yang ikut terdampak antara lain pupuk, aluminium, dan helium. Ketiganya memiliki peran strategis dalam rantai pasok global, mulai dari pertanian hingga manufaktur dan kebutuhan industri lainnya.
Situasi tersebut menandai bahwa eskalasi konflik tidak hanya berimplikasi pada energi, tetapi juga berpotensi memicu tekanan pada pasokan dan harga berbagai bahan baku. Perkembangan perang Iran kini menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi stabilitas perdagangan komoditas di tingkat internasional.

