BERITA TERKINI
Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Krisis Pupuk Global

Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Krisis Pupuk Global

Rantai pasokan pupuk global dibayangi gangguan besar seiring berlanjutnya penutupan Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran analis terhadap keberlangsungan produksi tanaman dan ketahanan pangan dunia.

Lalu lintas di jalur perairan tersebut dilaporkan sebagian besar terhenti sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur vital bagi sekitar seperempat hingga sepertiga perdagangan global bahan baku pupuk.

Dikutip dari The Guardian, penutupan selat secara de facto berdampak pada pengangkutan amonia dan nitrogen, dua komponen utama dalam berbagai produk pupuk sintetis. Sekitar separuh produksi pangan global bergantung pada nitrogen sintetis. Karena itu, gangguan pasokan pupuk dinilai berisiko menekan hasil panen.

Keterbatasan ketersediaan pupuk dapat memaksa petani mengurangi dosis pemakaian pada tanaman. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas lahan dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga pangan.

Teluk Persia juga menjadi lokasi sejumlah pabrik pupuk terbesar di dunia. Penutupan transportasi yang berkepanjangan dikhawatirkan mengganggu produksi sekaligus meningkatkan biaya, termasuk akibat naiknya harga bahan baku dan energi yang dibutuhkan dalam proses produksi.

Dalam peta perdagangan pupuk dunia, Iran disebut sebagai pengekspor urea terbesar keempat setelah Rusia, Mesir, dan Arab Saudi. Urea merupakan pupuk nitrogen yang paling banyak digunakan, sehingga gangguan di kawasan ini dinilai dapat berdampak luas pada pasokan global.