BERITA TERKINI
Penutupan Selat Hormuz Picu Gejolak Harga Minyak, Indonesia Rentan karena Bergantung Impor

Penutupan Selat Hormuz Picu Gejolak Harga Minyak, Indonesia Rentan karena Bergantung Impor

Penutupan Selat Hormuz oleh Pemerintah Iran memicu gejolak harga minyak mentah dunia yang bergerak sangat dinamis. Selain berdampak pada harga, hambatan pasokan juga menimbulkan kepanikan di sejumlah negara, terutama yang bergantung pada pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.

Indonesia sebagai negara net importir turut terdampak perkembangan situasi di Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz. Saat ini, produksi minyak dalam negeri disebut maksimal berada di angka sekitar 600 ribu barel per hari, sementara konsumsi berada di kisaran lebih dari 480 ribu barel per hari.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia masih harus melakukan impor sekitar 1,2 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sejumlah analis kebijakan energi di dalam negeri mengingatkan pemerintah agar menyiapkan strategi keluar atau langkah antisipasi menghadapi skenario terburuk akibat gangguan pasokan global.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menyatakan sebagian besar kebutuhan minyak Indonesia masih berasal dari luar negeri karena kemampuan produksi domestik belum mencukupi kebutuhan nasional.