BERITA TERKINI
Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Urea Tembus US$700 per Ton

Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Urea Tembus US$700 per Ton

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada sektor ketahanan pangan global. Untuk pertama kalinya sejak 2022, harga urea internasional menembus level US$700 per ton di tengah berlanjutnya penutupan Selat Hormuz yang memutus salah satu rantai pasok utama bahan baku pertanian dunia.

Berdasarkan data pasar pada perdagangan Selasa, harga urea naik 2% menjadi US$701,25 per ton. Sejak eskalasi militer yang melibatkan Iran pecah, harga pupuk nitrogen itu dilaporkan telah melonjak hingga 50%. Sementara jika dihitung sejak awal tahun, akumulasi kenaikan harga disebut telah melampaui 70%.

Selat Hormuz selama ini bukan hanya jalur transit minyak, tetapi juga arteri penting bagi industri pupuk global. Data yang disampaikan dalam laporan tersebut menyebutkan sekitar 31% pasokan urea dunia melintasi jalur ini. Selain itu, 44% sulfur dan 18% amonia global disebut bergantung pada akses Selat Hormuz. Di sektor energi, sekitar 20 juta barel minyak per hari melintasi selat tersebut, menjadikannya salah satu jalur energi paling krusial di dunia.

Penutupan Selat Hormuz dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak akhir Februari, yang disebut sebagai respons atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Kondisi itu memicu kemacetan logistik dan menempatkan distribusi komponen utama pertanian dalam tekanan, dengan status siaga tinggi di kawasan masih berlangsung.

Krisis ini berakar pada konfrontasi bersenjata yang dilaporkan telah merenggut lebih dari 1.340 jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran. Teheran kemudian membalas melalui serangan drone dan rudal ke berbagai titik di Timur Tengah, yang disebut merusak infrastruktur serta memicu kepanikan di pasar komoditas dan industri penerbangan internasional.

Dalam laporan yang dikutip pada Rabu, 8 April 2026, disebutkan bahwa lonjakan harga urea menunjukkan konflik regional telah berkembang dari krisis keamanan menjadi ancaman bagi inflasi pangan global.

Ketegangan meningkat setelah pernyataan dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tenggat yang berakhir pada Selasa pukul 20.00 ET bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Washington menyatakan kegagalan Iran memulihkan navigasi internasional di jalur tersebut akan memicu serangan balasan langsung terhadap infrastruktur strategis milik Teheran.

Ancaman tersebut menambah ketidakpastian ekonomi global, dengan sektor pertanian disebut sebagai salah satu pihak yang paling rentan terhadap guncangan harga lanjutan.