Harapan pemulihan industri barang mewah global kembali meredup. LVMH mengakui bahwa konflik di Timur Tengah turut menekan penjualan, bahkan berdampak hingga pasar Eropa.
Pernyataan tersebut menandai adanya tekanan baru terhadap bisnis barang mewah yang sebelumnya diharapkan mulai pulih. Situasi geopolitik yang memanas dinilai memengaruhi kinerja penjualan LVMH dan memperlihatkan bahwa dampaknya tidak terbatas pada satu kawasan saja.