BERITA TERKINI
Pengamat Nilai Program Makan Bergizi Gratis Penting di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Pengamat Nilai Program Makan Bergizi Gratis Penting di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi intervensi sosial yang krusial di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Direktur Eksekutif Kiprah, Fakhrido Susilo, menilai program ini mencerminkan kehadiran negara dalam memenuhi tanggung jawab pemenuhan nutrisi masyarakat sekaligus menjadi investasi bagi masa depan bangsa.

Fakhrido mengatakan MBG dapat membantu meringankan beban orang tua yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Meski demikian, ia mengakui program ini memunculkan beragam pandangan di masyarakat, mulai dari yang melihatnya sebagai bentuk tanggung jawab negara hingga yang menilai sebagai pemborosan anggaran.

Dari sisi kesehatan, pakar gizi dr. Rita Ramayulis, DCN, M Kes, menyebut MBG sebagai solusi konkret pemerintah untuk memastikan akses anak-anak terhadap makanan bergizi. Ia juga menilai program tersebut berpotensi menggerakkan perekonomian lokal melalui pemanfaatan olahan pangan.

Fakhrido menekankan bahwa tantangan ekonomi global bukan hanya dirasakan Indonesia, melainkan juga negara lain seperti India, Brasil, dan Amerika. Menurut dia, negara-negara tersebut tetap menjalankan tanggung jawab sosial, termasuk program serupa seperti midday meal.

Ia menilai nutrisi dalam MBG tidak semata untuk mengisi perut, tetapi berperan dalam membentuk kemampuan berpikir anak. Fondasi gizi yang kuat sejak usia dini disebut penting untuk mendukung keberhasilan intervensi pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

Fakhrido juga mengingatkan bahwa tanpa gizi memadai, capaian pendidikan Indonesia, termasuk skor PISA, dikhawatirkan sulit bersaing di tingkat internasional. Ia menilai target Indonesia Emas 2045 berisiko tidak tercapai apabila generasi muda tidak didukung gizi yang optimal.

Meski mendukung MBG, Fakhrido mendorong pemerintah meningkatkan efisiensi anggaran. Ia menyarankan adanya studi komparatif untuk menekan biaya tata kelola tanpa menurunkan kualitas gizi yang diberikan.

Rita menambahkan, diversifikasi menu perlu menjadi perhatian agar program tidak berorientasi pada satu jenis menu. Ia menilai penggunaan pangan lokal dapat menjadi strategi untuk menjaga stok pangan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi di tingkat akar rumput.

Menurut Rita, fokus pada pangan lokal dapat meningkatkan variasi asupan gizi anak. Selain itu, langkah tersebut dinilai berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan di daerah.

Terkait kontroversi, Fakhrido menegaskan perlunya data dan riset yang kuat agar perdebatan dapat dijawab secara objektif. Ia mendorong pemerintah menggandeng lembaga penelitian independen untuk melakukan evaluasi dampak atau impact evaluation terhadap MBG.

Evaluasi tersebut, menurutnya, perlu mencakup indikator seperti pengaruh program terhadap angka kehadiran sekolah, peningkatan skor IQ anak, serta dampaknya terhadap UMKM dan koperasi lokal. Fakhrido menilai studi terkait MBG masih terbatas, padahal riset komparatif dengan program serupa di India dan Brasil yang dinilai efisien diperlukan. Tanpa riset yang komprehensif, ia menilai kebijakan ini akan terus diwarnai kontroversi meskipun merupakan investasi jangka panjang yang layak dikawal.