BERITA TERKINI
Pengamat Nilai Pidato Prabowo di Majelis Umum PBB Jadi Momentum Perkuat Peran Indonesia di Dunia

Pengamat Nilai Pidato Prabowo di Majelis Umum PBB Jadi Momentum Perkuat Peran Indonesia di Dunia

Jakarta – Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 dinilai menjadi momentum penting yang menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.

Ketua Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Alem Febri Sonni, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan perdamaian di tengah konflik global yang kian kompleks. Menurutnya, posisi Indonesia berpeluang dimanfaatkan untuk membantu meredam sejumlah konflik internasional.

Alem memperkirakan Prabowo akan mengedepankan strategi diplomasi middle power yang tidak ekstrem, dengan memosisikan Indonesia sebagai penghubung di tengah dinamika global. Pendekatan ini dinilai selaras dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan nonblok.

Ia juga menilai kehadiran Prabowo di forum global bukan hal yang mengejutkan, mengingat Prabowo telah dikenal luas di dunia internasional sejak sebelum menjabat sebagai presiden. Karena itu, pidato di PBB kali ini disebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Dalam konteks isu Palestina dan kembali menguatnya pembahasan solusi dua negara, Alem menilai kehadiran Indonesia di forum internasional semakin relevan. Ia melihat Indonesia berpotensi berperan dalam mendorong penyelesaian damai tanpa harus berpihak secara ekstrem.

Alem juga menekankan pentingnya strategi komunikasi publik dalam pidato tersebut. Dengan posisi berbicara di urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat, pidato Prabowo diperkirakan akan menjadi sorotan media internasional dan berdampak secara diplomatik.

Menurutnya, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang ramah, bijak, dan konsisten memperjuangkan perdamaian global melalui retorika yang tepat.