BERITA TERKINI
Pengamat: Diplomasi Prabowo ke Rusia dan Prancis Kian Pragmatis dan Berorientasi Hasil

Pengamat: Diplomasi Prabowo ke Rusia dan Prancis Kian Pragmatis dan Berorientasi Hasil

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis menunjukkan pergeseran pendekatan Indonesia di panggung internasional. Menurut Amir, diplomasi Indonesia kini tidak lagi sebatas simbolik, melainkan semakin pragmatis dan berorientasi hasil.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026), Amir mengatakan bahwa jika pada masa lalu Indonesia cenderung menjaga jarak dari blok kekuatan, kini pendekatan yang ditempuh lebih dinamis dengan menjalin hubungan aktif ke berbagai poros kekuatan global.

“Ini bukan lagi soal netral, tetapi soal bagaimana Indonesia bisa hadir di semua meja perundingan. Kita tidak masuk ke orbit siapa pun, tapi tetap punya pengaruh,” kata Amir.

Selain aspek geopolitik, Amir juga menyoroti dimensi ekonomi dan pertahanan dari kunjungan tersebut. Ia menyebut, dari Rusia Indonesia berpotensi memperkuat kerja sama di sektor energi dan sumber daya strategis, terutama sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian pasokan global.

Sementara itu, dari Prancis kerja sama disebut diarahkan pada penguatan sektor pertahanan, teknologi, dan investasi.

Menurut Amir, kombinasi antara pendekatan geopolitik dan kepentingan ekonomi tersebut menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia semakin menekankan capaian konkret. Ia juga menilai langkah Prabowo mengirim pesan bahwa Indonesia tidak berada dalam bayang-bayang kekuatan besar mana pun.

Di tengah situasi global yang dinilai semakin terpolarisasi, Amir menyebut Indonesia memilih jalur independen dengan tetap membuka komunikasi ke semua pihak. “Ini adalah strategi cerdas. Ketika dunia terbelah, negara yang bisa menjadi jembatan justru akan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi,” pungkasnya.