Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan menggelar pertemuan dengan para pengusaha lokal pada Jumat (22/5/2026) untuk mengantisipasi potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Langkah mitigasi ini ditempuh setelah rupiah pada perdagangan pagi hari yang sama dilaporkan merosot hingga menyentuh kisaran Rp 17.700 per dolar AS. Data Bloomberg yang dikutip Investor Daily pada pukul 09.15 WIB menunjukkan rupiah di pasar spot melemah 34 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 17.701 per dolar AS. Pelemahan tersebut disebut dipengaruhi gejolak global di Timur Tengah serta meningkatnya permintaan valuta asing di dalam negeri.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, pemerintah daerah mengantisipasi dampak penurunan nilai tukar melalui pembahasan stabilitas industri bersama pelaku usaha, sekaligus penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Upaya-upaya inilah yang terus dijalankan pemerintah daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga, masyarakat yang belum bekerja bisa mendapatkan pekerjaan, dan kebutuhan harian mereka dapat terpenuhi,” ujar Maesyal.
Selain menyiapkan langkah terkait ketenagakerjaan, Pemkab Tangerang juga menyatakan terus memantau pergerakan harga barang di pasar untuk memastikan keterjangkauan logistik bagi warga. Pemerintah daerah menegaskan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap dijaga sebagai bagian dari program pengendalian inflasi di wilayah Kabupaten Tangerang.

