BERITA TERKINI
Pemkab Jepara Siapkan Ekspansi Pasar Mebel dan Ukir ke Timur Tengah hingga Afrika lewat Pameran 2026

Pemkab Jepara Siapkan Ekspansi Pasar Mebel dan Ukir ke Timur Tengah hingga Afrika lewat Pameran 2026

Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyiapkan langkah perluasan pasar produk ukir dan mebel, termasuk menyasar kawasan Timur Tengah dan Afrika, melalui partisipasi dalam sejumlah pameran berskala nasional dan internasional pada 2026.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan agenda pameran nasional yang direncanakan adalah “Pameran Seni Ukir Tatah” (TATAH) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April–17 Mei 2026 di Galeri Nasional Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran Paviliun Jepara pada acara Market Entry 2026 di Gedung Shima, kompleks Setda Jepara.

Untuk pameran internasional, Pemkab Jepara menargetkan keikutsertaan dalam Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang akan digelar pada 5–8 Maret 2026 di ICE BSD, Tangerang. Selain itu, Jepara juga dijadwalkan mengikuti Interior Design and Furniture Exhibition (INDEX) Dubai pada 2–4 Juni 2026 di Dubai World Trade Centre.

Kegiatan Market Entry 2026 di Jepara diikuti berbagai organisasi yang menaungi pelaku usaha ukir dan mebel, di antaranya HIMKI Jepara Raya, Kadin, Hipmi, APKJ, Jepara Gerak, serta Komunitas Ukir Jepara.

Witiarso menilai ketiga agenda pameran tersebut memiliki nilai strategis. Melalui TATAH 2026, produk ukir Jepara diharapkan tidak hanya dipahami sebagai produk berbahan dasar kayu, tetapi juga sebagai karya seni bernilai tinggi. Ia menambahkan, upaya ini tidak semata untuk penguatan “city branding Jepara The World Carving Center”, melainkan juga untuk membuka jejaring pasar baru dan menarik investor ke Jepara.

Adapun pada IFEX 2026, Pemkab Jepara berencana menampilkan paviliun seluas hingga 400 meter persegi dengan partisipasi puluhan perusahaan. Menurut Witiarso, langkah itu ditujukan untuk menegaskan posisi Jepara sebagai pemain utama industri furnitur di Indonesia serta menunjukkan kesiapan industri furnitur Jepara dalam menjawab permintaan pasar domestik dan internasional.

Sementara itu, partisipasi di INDEX Dubai 2026 disebut sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), yang dinilai memiliki daya beli tinggi dan minat besar pada produk mebel premium. Witiarso menyatakan keikutsertaan Jepara di ajang tersebut bukan hanya misi dagang, tetapi juga diplomasi ekonomi dan budaya. Ia juga menyebut, untuk pertama kalinya Jepara akan mengikuti INDEX Dubai pada 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mengangkat produk ukir mebel dan furnitur, salah satunya melalui penyelenggaraan pameran TATAH yang disebut baru pertama kali diadakan oleh Pemkab Jepara.

Zamroni menambahkan, kesempatan pelaku usaha untuk mengikuti IFEX 2026 meningkat dengan kuota 20 pelaku usaha, dibandingkan 2025 yang hanya 10 pelaku usaha. Untuk INDEX Dubai 2026, ia menyebut rencananya ada enam pelaku usaha yang difasilitasi mengikuti pameran tersebut, sembari mendorong pelaku usaha skala besar agar dapat berpartisipasi secara mandiri.

Ketua DPD HIMKI Jepara Raya Hidayat Hendra Sasmita mengapresiasi langkah Pemkab Jepara. Menurutnya, rangkaian pameran TATAH, IFEX, dan INDEX Dubai 2026 berpotensi memberi dampak positif bagi pengenalan produk mebel dan ukir Jepara sebagai pusat mebel dunia.