BERITA TERKINI
Pemkab Banyumas Bidik Peluang Strategis Lewat Kedekatan Historis Presiden Prabowo dengan Tanah Leluhur

Pemkab Banyumas Bidik Peluang Strategis Lewat Kedekatan Historis Presiden Prabowo dengan Tanah Leluhur

Kabupaten Banyumas dinilai memiliki posisi tawar kuat untuk mempercepat pembangunan pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Penilaian itu didasarkan pada ikatan historis dan emosional antara Prabowo dengan Banyumas, yang disebut dapat menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas untuk membuka peluang strategis ke pemerintah pusat.

Pengamat Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ahmad Sabiq, menilai momentum tersebut sebagai kesempatan langka. Ia menyebut Prabowo memiliki akar kuat dengan Banyumas melalui kakeknya, RM Margono Djojohadikusumo, pendiri BNI yang dimakamkan di Dawuhan, Banyumas.

Menurut Sabiq, Presiden Prabowo beberapa kali menyampaikan kebanggaannya atas identitas Banyumas. Dalam perspektif politik, hal itu dinilainya sebagai modal “diplomasi kultural” yang bernilai bagi daerah. Namun, ia mengingatkan agar Pemkab tidak hanya mengandalkan sentimen kedekatan personal.

Sabiq mendorong Pemkab menempuh langkah yang lebih terukur, antara lain melalui revitalisasi kawasan makam Dawuhan yang terintegrasi dengan desa wisata, atau mengusulkan pendirian lembaga pendidikan yang mengabadikan nama Margono Djojohadikusumo.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan daerah dengan visi Asta Cita Presiden. Menurutnya, narasi kebanggaan lokal perlu disertai kesiapan teknis yang matang agar usulan anggaran dari pusat dapat terealisasi.

Pandangan itu sejalan dengan pernyataan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang menyatakan siap “menjemput bola” di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Sadewo menilai kepala daerah perlu berperan aktif memasarkan potensi daerah, tidak semata mengandalkan transfer dana pusat.

Sadewo mengatakan Pemkab harus kreatif meyakinkan pemerintah pusat bahwa anggaran yang diajukan digunakan untuk program yang tepat sasaran dan selaras dengan prioritas nasional. Sebagai langkah konkret, ia mengungkapkan Pemkab Banyumas saat ini mengusulkan pembangunan Sekolah Terintegrasi.

Proyek tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 20 hektare milik pemerintah daerah yang berlokasi di Kecamatan Banyumas. Sadewo menyebut lahan telah disiapkan dan proyek itu menjadi bagian dari upaya menjaga percepatan pembangunan di Banyumas meski dalam kondisi efisiensi anggaran.