Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyatakan tetap berkomitmen meningkatkan pembangunan di berbagai sektor dengan mempertajam program-program prioritas di tengah gejolak geopolitik global.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, prioritas pembangunan yang disiapkan mencakup transformasi sumber daya manusia (SDM), transformasi tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik yang berkualitas dan berkeadilan, dan transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal yang didukung investasi.
Selain itu, Pemkab Bantul juga menargetkan transformasi infrastruktur yang ramah lingkungan dan tangguh bencana, serta transformasi sosial dan pelestarian budaya. Halim menyampaikan hal tersebut dalam Musrenbang RKPD Bantul 2027 pada Senin, 30 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Halim menyinggung dampak konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah terhadap perekonomian secara menyeluruh, meski lokasinya jauh dari Indonesia. Ia menyebut, berdasarkan rilis APBN, harga minyak mentah per barel semula berada di angka 70 dolar AS, namun kini sudah naik hampir dua kali lipat.
Menurut Halim, pemerintah pusat masih mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM). Konsekuensinya, subsidi yang harus ditanggung menjadi semakin besar.
Ia menilai, pilihan kebijakan terkait subsidi dan harga BBM sama-sama memiliki dampak bagi masyarakat. Jika subsidi besar-besaran dipertahankan, hal itu dapat berpengaruh pada kelangsungan hidup masyarakat. Sementara apabila harga BBM dinaikkan, harga kebutuhan pokok berpotensi ikut terdorong naik.
Halim menambahkan, BBM merupakan salah satu faktor produksi yang signifikan dalam mendorong inflasi. Ia mengatakan, kenaikan BBM umumnya diikuti kenaikan harga-harga lainnya.
Di sisi lain, kondisi tersebut dinilai turut menekan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, Halim menegaskan pentingnya pemilihan program prioritas yang tepat.
“Di saat tekanan fiskal seperti ini, maka Bantul harus mampu merumuskan langkah mitigasi. Caranya adalah dengan memilih program-program prioritas yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

