BERITA TERKINI
Pemimpin Dunia Serukan Penahanan Diri Usai Serangan AS-Israel ke Iran dan Balasan Teheran

Pemimpin Dunia Serukan Penahanan Diri Usai Serangan AS-Israel ke Iran dan Balasan Teheran

Sejumlah pemimpin dunia mengeluarkan pernyataan resmi menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta respons balasan dari Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Berbagai respons itu menyoroti kekhawatiran atas eskalasi yang dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan, sekaligus mendorong penahanan diri dan jalur diplomasi.

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menyatakan Uni Eropa telah menerapkan “sanksi ekstensif” terhadap apa yang ia sebut sebagai “rezim pembunuh” di Iran. Ia menyerukan agar semua pihak menahan diri, melindungi warga sipil, dan menghormati hukum internasional.

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, melindungi warga sipil, dan sepenuhnya menghormati hukum internasional,” kata Von der Leyen, dikutip dari BBC.

Dari Italia, Perdana Menteri Giorgia Meloni menyampaikan solidaritas kepada warga sipil Iran dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak-hak sipil dan politik. Kantor Perdana Menteri Italia menyebut Meloni akan berkonsultasi dengan sekutu serta para pemimpin regional untuk mendukung upaya meredakan ketegangan.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan dukungan negaranya kepada rakyat Iran yang berjuang melawan penindasan. Ia juga menegaskan posisi Australia yang mendukung upaya Amerika Serikat untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

“Negara kami berdiri bersama rakyat Iran yang berani dalam perjuangan mereka melawan penindasan,” kata Albanese.

Di sisi lain, Rusia melalui Kementerian Luar Negeri menilai serangan AS dan Israel sebagai tindakan “ceroboh” yang melanggar hukum internasional. Moskow menyerukan agar semua pihak kembali ke jalur diplomasi dan penyelesaian politik.

Adapun juru bicara pemerintah Inggris menegaskan London tidak menginginkan eskalasi berkembang menjadi perang regional yang lebih luas. Pada saat yang sama, Inggris menyatakan kesiapan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.