BERITA TERKINI
Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan untuk Antisipasi Risiko Inflasi Global

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan untuk Antisipasi Risiko Inflasi Global

Jakarta — Pemerintah menyatakan terus menjaga stabilitas harga pangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Sejumlah langkah strategis dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman dan harga terkendali, sehingga daya beli masyarakat terjaga dan turut menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini.

Sejumlah indikator menunjukkan tekanan inflasi pangan relatif terkendali. Harga komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging dilaporkan stabil, bahkan di beberapa wilayah mengalami penurunan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan intervensi pemerintah melalui operasi pasar, penguatan distribusi logistik, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme terhadap kinerja ekonomi nasional di tengah tantangan global, termasuk fluktuasi harga energi dan ketidakpastian geopolitik. “Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,5 persen. Konsumsi masyarakat yang meningkat selama Ramadan dan Idulfitri menjadi salah satu pendorong utama, ditopang oleh stabilitas harga dan inflasi yang terjaga,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, upaya menjaga inflasi—terutama dari sektor pangan—merupakan hasil koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan kebijakan moneter Bank Indonesia. Ia juga menilai kebijakan fiskal yang adaptif memperkuat ketahanan ekonomi domestik dalam menghadapi tekanan eksternal.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok komoditas pangan nasional berada dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyebut pantauan di pasar tradisional dan modern menunjukkan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dengan harga yang relatif terkendali.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” ujar Amran.

Amran menjelaskan, stok beras nasional dinilai kuat dengan cadangan pemerintah di gudang Bulog sekitar 4,09 juta ton, ditambah ketersediaan di masyarakat serta potensi panen yang masih berlangsung. Secara keseluruhan, ketahanan stok beras disebut mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan ke depan.

Peningkatan produksi pangan, terutama pada periode panen raya awal 2026, turut memperkuat stok dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun konsumen. Neraca sejumlah komoditas strategis juga dilaporkan berada dalam kondisi surplus, di antaranya beras, cabai, daging ayam, dan bawang merah.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” pungkas Amran.