Pemerintah Indonesia mengintensifkan koordinasi lintas kementerian untuk menjamin keselamatan dua kapal milik PT Pertamina (Persero), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang berada di kawasan Teluk Persia di tengah memanasnya situasi geopolitik.
Upaya diplomasi yang dilakukan bersama otoritas Iran disebut mulai menunjukkan perkembangan. Pemerintah Iran dikabarkan telah memberikan respons persetujuan awal agar kedua kapal tersebut dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan komunikasi intensif telah dilakukan sejak awal ketegangan meningkat, termasuk melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti pada aspek teknis dan operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (30/3/2026).
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan pemerintah tidak hanya berfokus pada kelancaran distribusi energi, tetapi juga menempatkan keselamatan awak kapal sebagai prioritas utama.
“Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri agar proses pelintasan kapal Indonesia dapat berjalan aman dan lancar. Keselamatan kru menjadi perhatian utama pemerintah,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan dengan memperluas sumber impor minyak mentah dan BBM dari luar kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Data pemerintah mencatat, sepanjang 2025 Indonesia mengimpor lebih dari 135 juta barel minyak mentah, dengan sekitar 19% berasal dari Arab Saudi. Sementara sisanya dipenuhi dari berbagai kawasan, termasuk Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, serta negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan menyiapkan seluruh aspek administratif dan operasional agar kedua kapal dapat segera melintas dengan aman.
“Prioritas kami tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon dukungan masyarakat agar proses ini berjalan lancar,” ujarnya.

