BERITA TERKINI
Pejabat Ekonomi AS dan Tiongkok Gelar Putaran Baru Perundingan Dagang di Paris

Pejabat Ekonomi AS dan Tiongkok Gelar Putaran Baru Perundingan Dagang di Paris

PARIS — Pejabat ekonomi senior Amerika Serikat dan Tiongkok memulai putaran baru perundingan dagang di Paris pada Minggu (15/3). Pembicaraan ini ditujukan untuk meredakan ketegangan perdagangan sekaligus membuka jalan bagi rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing guna bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir Maret.

Perundingan dipimpin Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng. Pertemuan berlangsung di kantor pusat Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris, dengan kehadiran Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Sejumlah isu utama diperkirakan menjadi fokus diskusi, termasuk perubahan tarif AS, pasokan mineral tanah jarang dan magnet produksi Tiongkok ke pasar Amerika, kontrol ekspor teknologi tinggi AS, serta pembelian produk pertanian Amerika oleh Tiongkok.

Pertemuan di Paris ini melanjutkan rangkaian dialog yang digelar di beberapa kota Eropa sepanjang tahun lalu, yang bertujuan menurunkan tensi dan menjaga stabilitas perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Sejumlah analis menilai peluang terobosan besar dalam putaran kali ini relatif terbatas. Mereka menyoroti waktu persiapan yang singkat, serta perhatian Washington yang juga tersita pada konflik AS-Israel dengan Iran.

“Kedua pihak memiliki tujuan minimal untuk mengadakan pertemuan yang dapat menjaga situasi tetap stabil dan menghindari eskalasi ketegangan,” kata Scott Kennedy, pakar ekonomi Tiongkok dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington.

Menurut Kennedy, Trump kemungkinan berharap membawa pulang komitmen besar dari Tiongkok, seperti pemesanan pesawat Boeing serta peningkatan pembelian gas alam cair (LNG) dan kedelai dari AS. Namun, ia menilai Washington mungkin perlu memberikan konsesi terkait pembatasan ekspor teknologi untuk mencapai kesepakatan semacam itu.

Kennedy memperkirakan hasil yang lebih realistis adalah kemajuan terbatas. “Pertemuan ini kemungkinan hanya akan menunjukkan kemajuan secara permukaan tanpa perubahan signifikan dari kondisi yang ada,” ujarnya.

Selain isu perdagangan, konflik di Timur Tengah juga diperkirakan menjadi pembahasan penting. Perang AS-Israel dengan Iran memicu kenaikan harga minyak dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama setelah adanya ancaman penutupan Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar 45 persen impor minyak Tiongkok.

Di sisi lain, media pemerintah Tiongkok, Tiongkok Daily, dalam tajuk rencananya menekankan pentingnya kelanjutan dialog sebagai “jangkar stabilitas” di tengah ketidakpastian global. “Pada saat seperti ini, hal terakhir yang dibutuhkan dunia adalah perang dagang antara dua ekonomi terbesar,” tulis media tersebut.