BERITA TERKINI
Pejabat AS-Tiongkok Gelar Pembicaraan Ekonomi di Paris Jelang Rencana Pertemuan Trump-Xi

Pejabat AS-Tiongkok Gelar Pembicaraan Ekonomi di Paris Jelang Rencana Pertemuan Trump-Xi

JAKARTA — Pejabat tinggi Amerika Serikat dan Tiongkok memulai putaran baru pembicaraan ekonomi menjelang rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pertemuan puncak kedua pemimpin diperkirakan berlangsung di Beijing pada akhir Maret.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertemu Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng di markas Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris pada Minggu. Pertemuan itu membahas sejumlah isu perdagangan yang melibatkan dua ekonomi terbesar di dunia.

Agenda pembicaraan diperkirakan menyoroti isu-isu sensitif yang memengaruhi hubungan ekonomi Washington dan Beijing, termasuk perubahan tarif AS, aliran mineral tanah jarang dari Tiongkok ke Amerika Serikat, serta kontrol ekspor teknologi tinggi.

Pembelian produk pertanian Amerika oleh Tiongkok juga menjadi salah satu fokus diskusi. Kedua negara memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas perdagangan komoditas tersebut.

Hubungan ekonomi kedua negara sebelumnya mengalami ketegangan serius sepanjang 2025. Saat itu, Washington dan Beijing saling memberlakukan tarif balasan yang sempat mencapai tingkat tiga digit, memicu kekhawatiran terhadap rantai pasokan global—terutama untuk mineral strategis yang digunakan dalam industri teknologi dan energi. Pembatasan ekspor turut memperburuk ketidakpastian di pasar internasional.

Ketegangan sempat mereda setelah Trump dan Xi bertemu dalam pertemuan bilateral di Busan, Korea Selatan, pada Oktober tahun lalu. Namun, stabilitas hubungan kembali diuji setelah Washington meluncurkan penyelidikan baru terkait dugaan kelebihan kapasitas industri dan praktik kerja paksa di Tiongkok.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan para pejabat kedua negara akan melakukan konsultasi mengenai berbagai isu ekonomi yang menjadi perhatian bersama, meski tidak merinci agenda pembahasan.

Bessent menyebut dialog ekonomi antara kedua negara terus bergerak maju dan menilai pertemuan di Paris sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi tetap terbuka. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan dipandang sebagai persiapan menjelang rencana kunjungan Trump ke Tiongkok pada 31 Maret hingga 2 April.

Washington telah menyampaikan rencana kunjungan tersebut, meskipun Beijing belum memberikan konfirmasi resmi. Hal itu sejalan dengan kebiasaan diplomatik Tiongkok yang jarang mengumumkan jadwal kunjungan lebih awal.

Selain pertemuan bilateral di Beijing, Trump dan Xi berpotensi bertemu dalam dua forum internasional lain tahun ini. Keduanya kemungkinan hadir dalam APEC Summit yang akan diselenggarakan Tiongkok pada November, serta G20 Summit yang dijadwalkan digelar di Amerika Serikat pada Desember.

Dialog diplomatik ini berlangsung di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Pasar energi dunia disebut sedang terguncang akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.