PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar memprediksi harga emas sepanjang 2026 masih berpotensi menguat seiring ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, mengatakan pergerakan harga emas dipengaruhi berbagai faktor global, antara lain perang, harga minyak dunia, serta kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Dalam proyeksi yang disampaikan, Pegadaian menyusun tiga skenario pergerakan harga emas. Pada skenario pesimistis, harga emas diperkirakan berada di kisaran US$3.700 hingga US$4.000 per troy ounce. Sementara skenario moderat menempatkan harga emas pada level US$4.500 hingga US$4.800 per troy ounce.
Adapun pada skenario optimistis, harga emas diproyeksikan dapat mencapai US$5.200 hingga US$5.500 per troy ounce. Proyeksi ini dikaitkan dengan kemungkinan meningkatnya ketegangan geopolitik global dan mulai menurunnya suku bunga.
Pratikno menjelaskan, emas hingga kini masih dipandang sebagai instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai (safe haven) yang dipercaya masyarakat saat situasi ekonomi global tidak menentu. Menurutnya, emas memiliki keunggulan dibanding sejumlah instrumen investasi lain, antara lain nilai intrinsik yang dinilai stabil dan ketahanan terhadap inflasi karena jumlahnya terbatas serta tidak dapat dicetak seperti mata uang fiat.
Ia juga menilai secara historis, ketika pasar saham tertekan akibat perang atau krisis, harga emas cenderung naik dan menjadi pilihan investor untuk mencari keamanan.
Selain itu, emas disebut memiliki likuiditas tinggi karena dapat dicairkan menjadi uang tunai di berbagai negara. Kondisi tersebut membuat emas tetap menjadi pilihan investasi jangka panjang yang diminati.
Pegadaian menilai tren investasi emas masih berpeluang terus meningkat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga stabilitas aset dan keuangan pribadi di tengah dinamika ekonomi global.