BERITA TERKINI
Pemprov Jateng dan BI Dorong Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Lewat CJIBF 2026

Pemprov Jateng dan BI Dorong Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Lewat CJIBF 2026

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah menegaskan pentingnya investasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Penegasan itu disampaikan dalam Central Java Investment Business Forum 2026 (CJIBF 2026) yang digelar di Semarang, Senin (11/5).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan situasi global saat ini membuat pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan anggaran negara maupun daerah sebagai tumpuan utama pembangunan ekonomi. Ia menyebut berbagai ketegangan geopolitik, seperti perang dagang Amerika Serikat dan China, konflik Rusia–Ukraina, serta memanasnya situasi di Timur Tengah, turut memberi tekanan besar terhadap kemampuan fiskal pemerintah.

Menurut Luthfi, kontribusi APBN dan APBD terhadap pembangunan hanya berada di kisaran 15 hingga 17 persen. Karena itu, arus investasi dari dalam maupun luar negeri dinilai menjadi faktor penentu keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

“Investasi menjadi kunci utama untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh di tengah kondisi global yang penuh tekanan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan fiskal pemerintah,” ujar Luthfi di sela kegiatan CJIBF di Hotel Po Semarang.

Melalui CJIBF 2026, Pemprov Jateng dan Bank Indonesia ingin menyampaikan pesan kepada investor bahwa Jawa Tengah siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Forum ini juga diarahkan tidak hanya sebagai ajang promosi peluang investasi, tetapi sekaligus wadah untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat masuk dalam rantai ekonomi yang lebih besar.

Luthfi menyebut Jawa Tengah memiliki kombinasi faktor yang dinilai menarik bagi investor, mulai dari kawasan industri, infrastruktur, tenaga kerja produktif, hingga potensi ekonomi daerah yang beragam. Ia menilai setiap wilayah di Jawa Tengah memiliki karakter investasi yang berbeda sehingga perlu dipasarkan secara lebih aktif.

Dalam kesempatan itu, Luthfi meminta para kepala daerah di Jawa Tengah berperan sebagai “manajer marketing” untuk mempromosikan potensi ekonomi di wilayah masing-masing, termasuk kawasan Solo Raya, Pekalongan Raya, Banyumas Raya, hingga Pantura.

“Daerah harus aktif menawarkan peluang investasi. Setiap wilayah punya keunggulan dan ceruk ekonomi masing-masing,” katanya.