Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Israel dan Lebanon untuk mempercepat langkah diplomatik menjelang rencana perundingan tidak langsung yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada Selasa (14/4/2026), waktu setempat. PBB berharap pembicaraan tersebut dapat membuka jalan menuju kesepakatan guna mengakhiri ketegangan bersenjata yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan kedua pihak perlu memanfaatkan seluruh jalur diplomasi yang tersedia untuk segera menghentikan permusuhan. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian ketentuan yang masih tertunda berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.
“Kami mendorong Lebanon dan Israel untuk memanfaatkan semua jalur diplomatik yang ada untuk segera mengakhiri permusuhan dan menyelesaikan ketentuan yang masih tertunda berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) Nomor 1701,” kata Dujarric dalam keterangan pers.
Dujarric menyatakan PBB berkomitmen memfasilitasi setiap upaya perdamaian yang dilakukan pihak-pihak terkait. Ia juga menyebut Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, masih menjalankan peran mediasi dengan tujuan mendorong gencatan senjata permanen serta solusi politik yang stabil.
Menurut PBB, konflik di wilayah perbatasan Israel-Lebanon meletus tak lama setelah dimulainya perang gabungan antara AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu. Dampak konflik tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa sedikitnya 1 juta warga mengungsi.
PBB juga menyoroti tantangan yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di lapangan. Dujarric mengatakan personel UNIFIL dilaporkan kerap mengalami tindakan agresif saat menjalankan misi perlindungan warga sipil dan pengawalan akses kemanusiaan.
“Sebelumnya, tentara Pasukan Pertahanan Israel berupaya menghalangi konvoi PBB di dekat Shama. Namun, konvoi UNIFIL dapat melanjutkan perjalanan setelah beberapa menit. Di tempat lain, tentara Pasukan Pertahanan Israel melepaskan tembakan peringatan di atas posisi UNIFIL di At Tiri, setelah dua insiden sehari sebelumnya ketika tank menabrak kendaraan UNIFIL di dekat Shama,” ujar Dujarric.
Perundingan yang dijadwalkan dimulai Selasa disebut berlangsung di tengah momentum gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dalam konflik regional sebelumnya, yang kini menjadi pintu masuk bagi Lebanon dan Israel untuk kembali ke meja perundingan.