Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel dan Lebanon untuk mengintensifkan upaya diplomatik guna segera mengakhiri permusuhan. Seruan itu disampaikan Juru Bicara PBB Stephane Dujarric pada Senin (13/4), menjelang rencana dimulainya negosiasi tidak langsung yang diperkirakan berlangsung di Washington pada Selasa.
“Kami mendorong Lebanon dan Israel untuk memanfaatkan semua jalur diplomatik yang ada untuk segera mengakhiri permusuhan dan menyelesaikan ketentuan yang masih tertunda berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701,” kata Dujarric kepada wartawan.
Dujarric menambahkan, PBB siap bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memfasilitasi upaya tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, terus menjalankan perannya sebagai “penengah” guna mendukung para pihak mencapai gencatan senjata permanen dan penyelesaian politik yang berkelanjutan.
Menurut Dujarric, Israel mulai menyerang Lebanon sesaat setelah perang gabungan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran diluncurkan pada 28 Februari. Konflik Israel dan Lebanon itu disebut telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan sedikitnya 1 juta orang mengungsi sejak saat itu.
Setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dalam perang AS-Israel melawan Iran, Lebanon dan Israel sepakat mengadakan pembicaraan, dengan pertemuan pertama dijadwalkan pada Selasa.
Di lapangan, Dujarric mengatakan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terus melakukan operasi untuk mencegah konflik, melindungi warga sipil, serta memastikan akses kemanusiaan sejauh mungkin di tengah permusuhan yang masih berlangsung. Namun, ia menyebut pasukan penjaga perdamaian PBB tetap menghadapi hambatan dan perilaku agresif.
Ia mencontohkan insiden ketika tentara Pasukan Pertahanan Israel berupaya menghalangi konvoi PBB di dekat Shama, meski konvoi UNIFIL dapat melanjutkan perjalanan setelah beberapa menit. Di lokasi lain, Dujarric mengatakan tentara Israel melepaskan tembakan peringatan di atas posisi UNIFIL di At Tiri, setelah dua insiden sehari sebelumnya ketika tank menabrak kendaraan UNIFIL di dekat Shama.
Dujarric mengingatkan semua pihak mengenai kewajiban untuk melindungi pasukan penjaga perdamaian PBB.