BERITA TERKINI
PAN Apresiasi Diplomasi Prabowo, Nilai Stabilitas Harga Energi Ikut Menjaga Ekonomi

PAN Apresiasi Diplomasi Prabowo, Nilai Stabilitas Harga Energi Ikut Menjaga Ekonomi

Partai Amanat Nasional (PAN) mengapresiasi strategi dan diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional. PAN menilai situasi global yang mereda, termasuk adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, turut membantu menjaga kondisi perekonomian, terutama melalui stabilitas harga energi.

Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyebut harga energi di Indonesia saat ini relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah negara lain. Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari konsistensi pemerintah yang mengedepankan jalur diplomasi damai, deeskalasi konflik, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

“Konsistensi Presiden Prabowo dalam mengedepankan diplomasi damai, deeskalasi konflik, serta penghormatan terhadap hukum internasional mencerminkan politik luar negeri bebas aktif yang berdampak langsung pada stabilitas nasional,” kata Eddy dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan Eddy yang juga Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, sebagai respons atas taklimat Presiden Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para Direktur Utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Eddy mengatakan, sejak awal pihaknya menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok energi global. Dampaknya dapat merembet pada kenaikan harga minyak mentah, pupuk, hingga bahan baku industri.

“Karena itu, setiap upaya deeskalasi, termasuk gencatan senjata, patut diapresiasi karena berdampak langsung pada perekonomian nasional,” tegasnya.

Ia menilai keberhasilan diplomasi Presiden turut berkontribusi terhadap terkendalinya inflasi dan meningkatnya kepastian ekonomi di dalam negeri. Dengan harga energi global yang lebih stabil, Eddy menyebut tekanan terhadap APBN dinilai berkurang, subsidi energi lebih terjaga, dan daya beli masyarakat tetap kuat.

Meski demikian, Eddy mengingatkan pemerintah agar tidak lengah. Ia mendorong penguatan ketahanan energi nasional agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada dinamika global.

PAN, lanjut Eddy, mendorong percepatan transisi energi melalui elektrifikasi di sektor transportasi, industri, dan rumah tangga, serta pengembangan energi baru terbarukan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keandalan pasokan energi nasional, termasuk melalui penguatan cadangan energi strategis dan optimalisasi peran BUMN energi.

“Ketahanan energi merupakan bagian integral dari kedaulatan nasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penegakan hukum dan konstitusi sebagai fondasi utama negara. Ia mengingatkan Indonesia tidak boleh keluar dari koridor hukum dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar. Tanpa itu, yang ada hanya hukum rimba, dan rakyat kita tidak menghendaki hal tersebut,” tegas Presiden Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya seluruh unsur yang bertanggung jawab untuk terus bekerja keras menegakkan hukum yang berlandaskan kesepakatan dan konsensus nasional. Ia kembali mengingatkan dua konsensus besar dalam sejarah bangsa, yakni Sumpah Pemuda 1928 dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Semua unsur yang bertanggung jawab, yang arif harus bekerja keras, harus berjuang, untuk menegakkan hukum konstitusi, hukum berdasarkan kesepakatan, hukum berdasarkan konsensus,” tandasnya.