JAKARTA — Republik Islam Iran memilih Pakistan sebagai lokasi perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Pakistan dinilai sebagai negara yang netral sehingga dianggap tepat menjadi tempat berlangsungnya pembicaraan kedua pihak.
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menjelaskan, salah satu alasan utama Islamabad dipilih karena Pakistan dipandang sebagai mediator yang dipercaya oleh Iran maupun AS.
“Pakistan memiliki hubungan diplomatik yang unik dan terpercaya, mampu berdialog dengan Washington, Amerika Serikat sekaligus menjaga komunikasi dengan Teheran, Iran,” kata Susaningtyas, Sabtu (11/4/2026).
Mantan anggota Komisi I DPR itu juga menyebut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Militer Jenderal Asim Munir berperan penting sebagai perantara aktif, terutama ketika jalur diplomatik formal terputus.
Menurutnya, posisi Pakistan dinilai strategis karena memiliki pengaruh geopolitik serta relasi yang memungkinkan komunikasi dengan kedua pihak. “Pakistan dianggap negara netral dengan pengaruh geopolitik. Pakistan dianggap sebagai tempat yang cukup netral dan strategis. Iran adalah tetangga terdekat, sementara AS adalah mitra strategis dalam isu-isu tertentu. Kepercayaan dari kedua belah pihak ini jarang dimiliki negara lain,” ujarnya.