BERITA TERKINI
Pakar: Serangan AS–Israel yang Menewaskan Khamenei Berpotensi Picu Persatuan Nasional Iran

Pakar: Serangan AS–Israel yang Menewaskan Khamenei Berpotensi Picu Persatuan Nasional Iran

Pakar geopolitik Timur Tengah Dina Sulaeman menilai serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu berpotensi menjadi upaya memaksakan pergantian rezim. Namun, ia menilai langkah tersebut juga bisa memicu efek sebaliknya, yakni menguatnya persatuan nasional di Iran.

Menurut Dina, ancaman dari luar cenderung menyatukan masyarakat Iran, meski sebelumnya terdapat perbedaan pandangan di dalam negeri terkait persoalan ekonomi dan politik. Ia menyebut masyarakat Iran dapat terdorong untuk memilih persatuan ketika dihadapkan pada tekanan eksternal.

Dalam wawancara pada program Breaking News Metro TV, Minggu, 1 Maret 2026, Dina juga menolak anggapan bahwa sistem kepemimpinan Iran sepenuhnya bersifat diktatorial. Ia mengatakan pemimpin tertinggi dipilih oleh Dewan Ulama, sementara anggota dewan tersebut dipilih oleh rakyat.

Terkait suksesi kepemimpinan, Dina menilai proses pergantian pemimpin di Iran kemungkinan akan berlangsung tanpa intervensi dari pihak luar. Ia menyebut sulit membayangkan adanya campur tangan Amerika Serikat dalam pemilihan pemimpin atau Wali Fakih.

Dina turut menyoroti isu program nuklir dan rudal Iran. Ia menilai isu nuklir hanya menjadi pintu masuk dalam konflik, sementara tuntutan Amerika Serikat dinilai lebih luas. Dina mengatakan Presiden AS Donald Trump disebut menuntut pembongkaran fasilitas nuklir Iran, penghentian program rudal balistik, serta pemutusan dukungan Iran terhadap kelompok sekutunya di kawasan.

Menurut Dina, penghentian program rudal merupakan garis merah bagi Iran. Ia menilai program tersebut dipandang sebagai kebutuhan pertahanan yang berkaitan dengan aspek eksistensial negara.

Dampak konflik juga disebut merembet ke ekonomi global. Harga minyak mentah dilaporkan melonjak dari sekitar 65 dolar AS menjadi 80 dolar AS per barel, dan berpotensi naik lebih lanjut jika konflik berlanjut. Penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah juga menyebabkan ratusan penerbangan internasional dibatalkan atau dialihkan.

Kekhawatiran lain yang mengemuka adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global.

Dalam konteks respons Indonesia, Dina menyarankan agar Indonesia tetap aktif secara diplomatik. Ia menyebut Indonesia dapat memanfaatkan forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), ASEAN, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyuarakan posisi terkait eskalasi konflik. Menurutnya, meski kemampuan Indonesia untuk menjadi mediator langsung terbatas, peran diplomatik tetap penting dalam merespons perkembangan konflik global.