Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai memberi dampak langsung pada pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Prof. Dr. Rudi Purwono, menyoroti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia.
Rudi, yang juga pakar ekonomi, mengatakan konflik tersebut memicu tekanan pada lalu lintas modal di berbagai negara. Situasi itu membuat indeks saham, termasuk IHSG, mengalami penurunan.
“Perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel ini berdampak pada lalu lintas modal di Indonesia. Berbagai indeks harga saham gabungan di beberapa negara, termasuk Indonesia, mengalami penurunan,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.
Ia menambahkan, dampak konflik tidak hanya terasa pada pasar saham, tetapi juga terhadap arus investasi global. Ketidakpastian yang meningkat berpotensi membuat investor menahan diri untuk menanamkan modalnya.
“Perang ini juga mengakibatkan dampak pada lalu lintas investasi. Jika negara yang terlibat bertambah, maka akan berpengaruh terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.
Menurut Rudi, eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi menekan IHSG hingga kembali ke bawah level psikologis 7.000. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya risiko global yang membuat pelaku pasar cenderung bersikap lebih hati-hati.
Data perdagangan menunjukkan IHSG pada Jumat (27/3/2026) ditutup di level 7.097,05. Indeks melemah 0,94 persen atau turun 67,03 poin dalam satu hari perdagangan.
Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level terendah 7.070,21 dari posisi pembukaan 7.136,37. Volume transaksi tercatat mencapai 18,73 miliar saham dengan frekuensi 1,37 juta kali.
Rudi berharap konflik dapat segera diselesaikan melalui peran aktif komunitas internasional. Ia menekankan pentingnya keterlibatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meredam eskalasi.
“Kita berharap perang ini segera ditangani dengan keterlibatan PBB, sehingga stabilitas ekonomi global dapat kembali terjaga,” ucapnya.

