BERITA TERKINI
OJK Sumsel dan HIPMI Syariah Gelar Seminar Investasi Syariah untuk Perkuat UMKM di Tengah Ketidakpastian Global

OJK Sumsel dan HIPMI Syariah Gelar Seminar Investasi Syariah untuk Perkuat UMKM di Tengah Ketidakpastian Global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan Otonom (Basnom) HIPMI Syariah Sumatera Selatan menggelar Seminar Keuangan Syariah dan Kewirausahaan bertema “Strategi Investasi Syariah dalam Mengamankan Aset UMKM di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan itu diikuti ratusan peserta dari kalangan pelaku UMKM, mahasiswa, komunitas, akademisi, serta masyarakat umum.

Seminar ini menjadi upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis nilai, inovasi, dan keberlanjutan di Sumatera Selatan.

Sejumlah narasumber dihadirkan, antara lain perwakilan dari OJK, Maybank Syariah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumsel, serta HIPMI Syariah. Pembahasan mencakup investasi syariah, pengelolaan keuangan UMKM, perlindungan konsumen jasa keuangan, hingga penguatan kewirausahaan muda berbasis ekonomi syariah.

Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Selatan yang diwakili Bendahara Umum BPD HIPMI Sumsel, Astri Gani, menyampaikan pentingnya kemampuan adaptasi dan pengelolaan investasi bagi pengusaha muda agar usaha tetap berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.

“UMKM sebagai tulang punggung perekonomian harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan ekonomi melalui pengelolaan investasi yang bijak dan berorientasi jangka panjang. HIPMI Sumsel terus berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekosistem kewirausahaan di Sumatera Selatan,” ujar Astri Gani.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, dalam sesi Leader’s Insight menekankan bahwa semangat kewirausahaan dalam Islam memiliki fondasi kuat dan relevan dengan pengembangan ekonomi modern, termasuk dalam membangun UMKM yang inovatif dan mampu bersaing secara global.

“Islam memiliki DNA saudagar yang kuat, dimana perdagangan, inovasi, dan kebermanfaatan menjadi bagian penting dalam membangun peradaban ekonomi. Melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah, OJK mendorong generasi muda dan pelaku UMKM untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka akses pasar, memanfaatkan teknologi digital, serta menghadirkan keberkahan dan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Arifin.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif. Di antaranya, Marviarum Eka Ramdiati selaku penulis buku Semua Bisa Kaya sekaligus Sekretaris Umum BPP HIPMI Syariah, serta narasumber dari lembaga jasa keuangan syariah yang membahas penguatan literasi, investasi, dan pengelolaan keuangan syariah bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Selain seminar dan edukasi, panitia meluncurkan Program Bank Sampah HIPMI Syariah dan Program Sultan Muda Mengaji. Kedua program tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan ekonomi, pembangunan karakter generasi muda, serta pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan seremoni inklusi keuangan berupa penyerahan simbolis produk tabungan syariah dari Maybank Syariah kepada peserta, sebagai dukungan perluasan akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Sumatera Selatan dan Basnom HIPMI Syariah Sumatera Selatan menyatakan harapan agar sinergi yang terbangun dapat terus diperkuat untuk menciptakan generasi wirausaha muda yang cerdas finansial, inovatif, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi syariah di Sumatera Selatan.