BERITA TERKINI
OJK: Ketegangan Geopolitik dan Tekanan Global Dorong Capital Outflow dari Pasar Modal Indonesia

OJK: Ketegangan Geopolitik dan Tekanan Global Dorong Capital Outflow dari Pasar Modal Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai meningkatnya tensi geopolitik global dan berbagai tekanan eksternal menjadi pemicu utama aliran dana keluar (capital outflow) yang menekan pasar modal Indonesia sepanjang awal 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan dinamika global—mulai dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyesuaian outlook lembaga internasional, hingga konflik di Timur Tengah—telah memengaruhi sentimen investor di pasar keuangan domestik.

Menurut Friderica, perang yang terjadi pada Februari antara Amerika dan Israel memperberat kondisi banyak negara karena faktor energi. Ia menilai konflik geopolitik di kawasan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur penting distribusi minyak dunia.

Kondisi itu, lanjutnya, berdampak pada pergerakan harga minyak dan memicu volatilitas pasar keuangan global. Kombinasi berbagai faktor tersebut kemudian memengaruhi sentimen pasar dan mendorong capital outflow dari pasar modal Indonesia. Tekanan juga dirasakan pada nilai tukar rupiah serta pergerakan indeks saham domestik.

Meski demikian, Friderica menegaskan tekanan serupa tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi di banyak negara berkembang (emerging markets).

Di tengah tekanan global, OJK menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Friderica merujuk pada pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang tercatat 5,61%, yang disebutnya sebagai yang tertinggi sejak 2022.