BERITA TERKINI
Novel "Gadis Kretek" Terbit dalam Bahasa Korea, RI Dorong Diplomasi Ekonomi Kreatif di Seoul

Novel "Gadis Kretek" Terbit dalam Bahasa Korea, RI Dorong Diplomasi Ekonomi Kreatif di Seoul

Atase Perdagangan (Atdag) RI Seoul Roesfitawati mendorong penguatan diplomasi ekonomi kreatif Indonesia di Korea Selatan melalui peluncuran novel Gadis Kretek dalam bahasa Korea. Menurutnya, penerbitan karya sastra tersebut menjadi strategi untuk meningkatkan ekspor subsektor penerbitan nasional sekaligus memperluas promosi produk kreatif Indonesia.

Roesfitawati menilai karya sastra dapat berfungsi sebagai instrumen soft diplomacy yang efektif. Ia menyebut peluncuran novel ini tidak hanya menjadi kegiatan literasi, tetapi juga sarana nation branding serta pintu masuk bagi ekspansi produk Indonesia bernilai tambah, seperti makanan, minuman, kerajinan, fesyen, dan pariwisata.

“Peluncuran novel Gadis Kretek di Korea Selatan merupakan kegiatan literasi sekaligus instrumen soft diplomacy. Kegiatan ini juga menjadi sarana nation branding dan pintu masuk ekspansi produk Indonesia bernilai tambah seperti makanan, minuman, kerajinan, fesyen, dan pariwisata,” ujar Roesfitawati di Seoul, Rabu, 15 April 2026.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan juga menekankan peran literatur sebagai jembatan pemahaman antarnegara. Ia menyebut penerbitan novel ini bukan sekadar penerjemahan karya, melainkan simbol komitmen bersama untuk memperluas pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea.

“Karya sastra dapat menjadi jembatan untuk membangun pemahaman antar masyarakat kedua negara. Penerbitan novel ini bukan sekedar penerjemahan karya sastra, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk memperluas pertukaran budaya Indonesia dan Korea,” kata Cecep.

Dalam momentum yang sama, Atdag RI Seoul turut mempromosikan kopi Gayo premium. Produk asal Provinsi Aceh tersebut dipilih karena dinilai memiliki potensi pasar besar di Korea Selatan, dengan karakter tekstur lembut yang disebut disukai konsumen setempat.

Roesfitawati menyampaikan bahwa promosi kopi Gayo juga didukung pendekatan storytelling untuk menarik minat pasar kopi spesial. “Kopi Gayo dipilih karena telah memiliki reputasi global di segmen premium kopi specialty. Popularitas kopi gayo di Korea Selatan juga didukung storytelling yang menarik, yaitu tentang sejarah Provinsi Aceh sebagai wilayah dengan identitas budaya autentik,” ujarnya.

Chairperson HansaeYes24 Foundation Baek Sumi menilai publikasi karya sastra Asia Tenggara penting untuk memperkaya dialog budaya di Korea Selatan. Ia mengatakan pertukaran budaya melalui literatur dapat memperluas perspektif pembaca dan memperkuat pemahaman lintas budaya, serta mendorong keterbukaan terhadap keragaman nilai budaya dari sastra Indonesia.

“Pertukaran budaya melalui literatur dapat memperluas perspektif pembaca dan memperkuat pemahaman lintas budaya. Sastra Asia Tenggara memiliki nilai penting dalam memperkaya dialog budaya di Korea Selatan,” ujar Baek Sumi.

Dalam konteks perdagangan, total perdagangan Indonesia dan Korea Selatan tercatat mencapai 3 miliar dolar AS pada awal 2026, dengan surplus bagi Indonesia sebesar 326,5 juta dolar AS. Sementara itu, nilai pengiriman kopi Indonesia ke Korea Selatan disebut melonjak 42,19 persen sepanjang 2025, dan Indonesia saat ini berada di urutan ke-14 sebagai pemasok kopi terbesar di pasar Korea Selatan.