BERITA TERKINI
Next Step Studio Indonesia Diperkenalkan di La Semaine de la Critique Prancis, Hadirkan Empat Film Pendek Kolaborasi

Next Step Studio Indonesia Diperkenalkan di La Semaine de la Critique Prancis, Hadirkan Empat Film Pendek Kolaborasi

Program Next Step Studio Indonesia resmi diperkenalkan sebagai inisiatif baru dalam rangkaian La Semaine de la Critique Film Festival di Prancis. Program edisi perdana ini menghadirkan empat film pendek hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Asia Tenggara, yang diposisikan sebagai langkah diplomasi budaya melalui perfilman.

Next Step Studio Indonesia merupakan hasil kolaborasi La Semaine de la Critique bersama KawanKawan Media. Program ini diproduseri oleh Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma, dengan tujuan menyediakan wadah bagi sutradara muda untuk bereksplorasi sekaligus memperluas jejaring industri film di kawasan.

Sebanyak delapan sutradara terlibat, terdiri dari empat sineas Indonesia dan empat sineas Asia Tenggara. Mereka berkolaborasi menulis dan menyutradarai empat film pendek yang diproduksi di Jakarta, dengan seluruh proses produksi melibatkan kru perfilman Indonesia, mulai dari tahap produksi hingga pascaproduksi.

Empat film yang dihasilkan adalah Holy Crowd karya M. Reza Fahriyansyah bersama Ananth Subramaniam; Original Wound karya Shelby Kho bersama Sein Lyan Tun; Annisa karya Reza Rahadian bersama Sam Manacsa; serta Mothers Are Mothering karya Khozy Rizal bersama Lam Li Shuen. Keempatnya dijadwalkan tayang dalam edisi ke-65 La Semaine de la Critique.

Sejumlah nama turut terlibat sebagai pemain dalam proyek ini, di antaranya Prilly Latuconsina, Yusuf Mahardika, Yudi Ahmad Tajudin, Happy Salma, Omara Esteghlal, Agnes Naomi, dan Arswendi Bening Swara.

Program ini mendapat dukungan dari berbagai rumah produksi dan institusi, termasuk Indra Sashi Kalanacitra, VMS Studio, Visinema Pictures, Navvaros Entertainment, dan Arungi Films. Dukungan juga datang dari Prodigy House Post Production, Brandlink Indonesia, Jakarta Film Week, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, serta Kementerian Kebudayaan.

Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti, menyatakan program ini diharapkan membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk masuk ke jaringan industri global sekaligus memperkuat diplomasi budaya. “Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan industri global tetapi juga memperkuat diplomasi budaya. Sejalan dengan semangat Deklarasi Borobudur, Kemenbud berkomitmen untuk terus mendukung program yang memberi ruang bagi generasi baru,” kata Irini di Institut Français Indonesia, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Kolaborasi ini juga melibatkan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, serta didukung Institut Français Indonesia sebagai bagian dari kerja sama budaya. Duta Besar Prancis, Fabien Penone, menilai hubungan kedua negara terus menguat dan akan membuka peluang program budaya maupun ekonomi kreatif. “Hubungan antara Perancis dan Indonesia semakin menguat, ini adalah sebuah prioritas dari pemerintahan Perancis dan Indonesia. Ketika hubungan ini tumbuh dan berkembang akan semakin banyak program budaya dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Dengan konsep “4 short films, 8 filmmakers, limitless collaborations”, Next Step Studio Indonesia diproyeksikan menjadi ruang eksplorasi kreatif lintas negara dan diharapkan melahirkan perspektif baru dalam sinema Asia Tenggara. Kehadirannya juga disebut sebagai langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.