JAKARTA — Nama Jusuf Kalla (JK) menjadi perbincangan di platform X (sebelumnya Twitter) setelah muncul kabar terkait dua kapal tanker milik Pertamina yang disebut sempat tertahan di Teluk Arab dan kemudian mendapat izin untuk melintasi Selat Hormuz.
Seiring kabar tersebut beredar, muncul narasi di media sosial yang mengaitkan kelancaran perjalanan kapal dengan dugaan pendekatan personal JK kepada pemerintah Iran. Sejumlah warganet menautkan pengalaman JK dalam diplomasi dengan kemungkinan adanya peran di balik layar.
Namun, spekulasi itu dibantah oleh juru bicara JK, Husain Abdullah. Ia menegaskan bahwa JK tidak berada di Teheran sebagaimana yang ramai dibicarakan. Menurut Husain, JK justru sedang melakukan kunjungan ke sejumlah negara ASEAN dalam agenda lain.
“Tidak benar Pak JK ke Iran,” ujar Husain.
Di tengah bantahan tersebut, terdapat aktivitas lain yang melibatkan JK. Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipimpin JK disebut sedang menyiapkan bantuan untuk Iran berupa obat-obatan, sebagai respons atas situasi kemanusiaan yang berkembang di kawasan itu.
Ramainya isu soal kapal tanker, jalur strategis Selat Hormuz, serta rencana bantuan kemanusiaan PMI membuat persepsi publik berkembang cepat di media sosial, bahkan melampaui klarifikasi yang disampaikan.

