BERITA TERKINI
Muhammadiyah Tekankan Persatuan sebagai Modal Bangsa Menghadapi Konflik Global

Muhammadiyah Tekankan Persatuan sebagai Modal Bangsa Menghadapi Konflik Global

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan sebagai modal bangsa dalam menghadapi krisis global, terutama konflik yang berkembang di Timur Tengah. Pesan tersebut disampaikan dalam acara Syawalan Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu.

Mu’ti menekankan agar dinamika konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, Iran, dan sejumlah negara lain tidak berdampak pada persatuan serta keutuhan Indonesia. Ia menggambarkan situasi konflik itu sebagai sesuatu yang awalnya seperti “ngeyel di grup” namun kemudian berkembang menjadi persoalan serius.

Dalam kesempatan itu, Mu’ti yang juga menjabat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa langkah yang dapat ditempuh adalah berupaya menjadi bagian dari penyelesaian masalah, bukan justru memperkeruh keadaan. Karena itu, ia mengajak semua pihak memperkuat kerukunan dan persatuan, yang disebutnya sebagai modal sosial, politik, dan spiritual untuk menghadapi berbagai persoalan.

Mu’ti juga mengingatkan pentingnya menghindari sikap merasa lebih hebat dari kelompok lain. Ia mengutip ayat Al-Qur’an yang menekankan larangan merendahkan pihak lain, baik di antara laki-laki maupun perempuan, karena bisa jadi yang direndahkan lebih baik daripada yang merendahkan.

Ia mengajak kader dan umat untuk merenungkan serta mengamalkan tuntunan agama dan ajaran Rasulullah yang mengarah pada persatuan. Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan menjadi fondasi penting bagi kehidupan berbangsa dan diperlukan agar Indonesia mampu menghadapi tantangan, termasuk dampak konflik internasional.

Mu’ti menilai momen Syawalan dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi dan saling memaafkan, sekaligus refleksi untuk kembali pada nilai kemanusiaan, yakni saling menyayangi dan menghormati di tengah perbedaan.