Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa langkah diplomasi dan kerja sama internasional yang dijalankan Pemerintah Indonesia di tengah dinamika konflik global ditujukan untuk kepentingan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat ditemui seusai pembukaan Festival Jejak Jajanan Nusantara di area Parkir Selatan Barat Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat. Menurut dia, inti dari langkah pemerintah adalah menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat dinamika global, termasuk perkembangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Muhaimin menyebut isu tersebut juga menjadi salah satu pokok pembahasan ketika ia bersama ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan pondok pesantren menghadiri undangan berbuka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3) malam.
Ia menekankan pentingnya kekompakan dalam menyikapi situasi global. “Kita harus rapatkan barisan, berkokoh kekompakan jadi dengan semangat itu, kita atasi. Yang kedua, mau Board of Peace /BoP, mau peran perdamaian yang diambil oleh Pak Presiden, mau diplomasi yang digunakan, maupun kerjasama bilateral, multilateral, semua ini adalah untuk kepentingan nasional. Tujuan utama adalah untuk kepentingan nasional,” kata Muhaimin.
Muhaimin berharap publik memahami bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas dalam kerja sama bilateral yang belakangan dilakukan pemerintah.
Menanggapi isu kerja sama Indonesia-Amerika Serikat yang tengah berkembang, Muhaimin mengatakan kerja sama itu berada dalam kerangka menjaga kekuatan nasional, termasuk agar industri tetap tumbuh, ekspor meningkat, dan hubungan perdagangan saling menguntungkan.
“Kalau ada sinis terhadap hasil kerjasama Indonesia-Amerika, misalnya. Mereka tidak paham bahwa ini adalah dalam kerangka menjaga kekuatan nasional kita sendiri agar industri kita tetap tumbuh, ekspor kita baik, hubungan perdagangan menguntungkan. Nah itu yang paling penting,” ujarnya.
Selain itu, Muhaimin menambahkan pemerintah terus mendorong upaya perdamaian melalui diplomasi yang aktif dan konstruktif sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia.

