Para menteri Uni Eropa (UE) menggelar pertemuan di Brussels, Belgia, pada Senin (14/7/2025) untuk membahas sikap blok tersebut dalam perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya tensi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 30% terhadap UE jika tidak ada kesepakatan hingga 1 Agustus.
Trump menuduh Eropa berulang kali menerapkan praktik perdagangan yang dinilainya tidak adil terhadap AS. Ancaman terbaru ini menambah tekanan pada proses negosiasi yang sedang berjalan antara Brussels dan Washington.
Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan UE masih mengutamakan tercapainya kesepakatan melalui jalur perundingan. Pada Minggu, ia juga menunda langkah pembalasan atas tarif terpisah AS untuk baja dan aluminium, yang disebut sebagai sinyal niat baik.
“Kami selalu sangat jelas bahwa kami lebih menyukai solusi yang dinegosiasikan,” kata von der Leyen, yang menangani urusan perdagangan atas nama 27 negara anggota UE.
Penundaan pembalasan tersebut memunculkan harapan bahwa ancaman tarif 30% dari Trump tidak akan menggagalkan kemajuan yang telah dicapai dalam pembicaraan sejauh ini. Meski demikian, para pejabat UE menegaskan blok itu tetap siap merespons jika perundingan tidak menghasilkan kesepakatan.
Sebelumnya pada Mei, UE sempat mengancam akan mengenakan tarif terhadap barang-barang AS senilai sekitar 100 miliar euro, termasuk mobil dan pesawat, apabila negosiasi gagal. Namun, seorang diplomat menyebut daftar akhir yang diperkirakan akan dikenai tarif bernilai sekitar 72 miliar euro.
Sejak kembali menjabat pada Januari, Trump menerapkan tarif yang ketat terhadap sekutu maupun pesaing, yang mengguncang pasar keuangan dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Di sisi lain, pemerintahannya juga menghadapi tekanan untuk mengamankan kesepakatan dengan mitra dagang setelah menjanjikan serangkaian perjanjian baru.
Sejauh ini, pejabat AS baru mengumumkan dua pakta, masing-masing dengan Inggris dan Vietnam, serta tarif balasan sementara yang lebih rendah dengan China.
Di internal UE, negara-negara anggota berupaya menjaga kesatuan pandangan mengenai seberapa tegas langkah yang perlu ditempuh terhadap Washington. Brussels sebelumnya menyiapkan bea masuk atas barang-barang AS senilai sekitar 21 miliar euro sebagai respons atas pungutan AS terhadap impor logam pada awal tahun. Namun pada April, UE menunda langkah tersebut untuk memberi ruang bagi tercapainya kesepakatan perdagangan yang lebih luas.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Sabtu mendesak Komisi Eropa agar “dengan tegas membela kepentingan Eropa” dan meningkatkan persiapan untuk tindakan balasan. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan sependapat, seraya menyebut dirinya telah berbicara dengan Macron, Trump, dan von der Leyen dalam beberapa hari terakhir dan akan berinteraksi secara intensif untuk mencari solusi.
Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Minggu memperingatkan bahwa “perang dagang di Barat” akan melemahkan semua pihak.

