BERITA TERKINI
Menteri Keuangan G7 Bahas Opsi Pelepasan Cadangan Minyak untuk Menjaga Pasokan Global

Menteri Keuangan G7 Bahas Opsi Pelepasan Cadangan Minyak untuk Menjaga Pasokan Global

Para menteri keuangan negara-negara Kelompok Tujuh (G7) membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi dalam pertemuan daring pada Senin (9/3/2026). Pertemuan itu juga melibatkan Badan Energi Internasional (IEA) dan berlangsung di tengah lonjakan harga minyak menyusul penyerbuan bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

“Kami sepakat mengambil langkah-langkah guna mendukung pasokan energi global dan langkah lain yang diperlukan,” kata Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama kepada wartawan setelah pertemuan tersebut.

Katayama menambahkan, IEA menyerukan agar upaya menuju pelepasan bersama cadangan minyak segera dilakukan. Ia juga menyebut para menteri energi G7 akan mengadakan pembicaraan dalam waktu dekat untuk membahas rincian kemungkinan pelepasan cadangan minyak itu.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol, yang turut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut, menyatakan kondisi pasar minyak global “memburuk dalam beberapa hari terakhir.” Ia mengutip berkurangnya produksi minyak serta tantangan pada jalur transit melalui Selat Hormuz.

“Hal ini menciptakan risiko yang signifikan dan terus meningkat bagi pasar. Kami membahas semua opsi yang tersedia, termasuk menyediakan cadangan minyak darurat IEA ke pasar,” kata Birol dalam pernyataan.

Menurut IEA, negara-negara anggotanya saat ini memiliki lebih dari 1,2 miliar barel cadangan minyak darurat publik. Selain itu terdapat sekitar 600 juta barel cadangan industri yang disimpan berdasarkan kewajiban pemerintah. AS dan Jepang bersama-sama memiliki sekitar 700 juta barel dari total cadangan minyak publik tersebut.

Meski demikian, Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure dilaporkan mengatakan bahwa anggota G7 belum mengambil keputusan terkait kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat.

IEA sebelumnya pernah mengoordinasikan pelepasan cadangan minyak pada 2022 untuk menjaga stabilitas pasar setelah Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Financial Times, yang lebih dulu melaporkan pembahasan G7 sebelum pertemuan berlangsung, menyebut AS termasuk di antara sejumlah negara yang menyatakan dukungan terhadap pelepasan cadangan minyak secara bersama. Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa sejumlah pejabat AS menilai pelepasan bersama dalam kisaran 300 juta hingga 400 juta barel—sekitar 25 hingga 30 persen dari total cadangan 1,2 miliar barel—dapat menjadi langkah yang tepat, dengan mengutip sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

G7 terdiri dari tujuh negara ekonomi maju utama, yakni AS, Inggris Raya, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis. Kelompok ini berfokus pada isu ekonomi global, keamanan, dan energi, serta didukung Uni Eropa sebagai anggota non-enumerasi dengan status formal berbeda dari negara anggota utama.