Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Tatler Asia di Gedung Autograph, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Tatler BEST Awards Asia Pacific 2026 di Indonesia.
Teuku Riefky menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi momentum untuk memperkenalkan visi Tatler Asia dalam mendukung talenta, pelaku industri, serta pemangku kepentingan ekonomi kreatif nasional. Ia menilai Tatler Asia, sebagai media gaya hidup berskala internasional, dapat menjadi mitra strategis dalam mempromosikan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari fesyen, kriya, kuliner, seni rupa, seni pertunjukan, hingga desain.
“Kami mengapresiasi komitmen Tatler Asia untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia melalui rencana penyelenggaraan Tatler BEST Awards Asia Pacific di Jakarta. Tatler Asia memiliki peran strategis dalam mempromosikan karya dan talenta Indonesia sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi di tingkat regional dan global,” ujar Teuku Riefky.
Ia juga menyoroti potensi Indonesia pada sektor hospitality dan gastronomi. Menurutnya, banyak chef Indonesia telah berkiprah di luar negeri dengan menampilkan keahlian khas, termasuk hidangan unggulan dan masakan nasional. Teuku Riefky menilai sumber daya kreatif Indonesia besar dan layak mendapat panggung di tingkat internasional.
Tatler BEST Awards Asia Pacific 2026 merupakan ajang penghargaan internasional yang mengkurasi dan menilai pelaku terbaik di sektor hospitality kawasan Asia-Pasifik, meliputi restoran, hotel, bar, destinasi, serta pelaku industri unggulan. Penyelenggaraan ajang ini dikemas melalui rangkaian acara, aktivasi, dan eksposur media global.
Executive Managing Director Indonesia–Malaysia Tatler Asia, Gerrie Beh, mengatakan Indonesia dipandang sebagai mitra strategis sekaligus tuan rumah yang tepat. Ia menyebut hal ini didukung perkembangan industri hospitality dan gastronomi nasional, serta infrastruktur dan ekosistem kreatif yang dinilai semakin kompetitif.
“Kami berencana mengundang sekitar seribu tokoh industri terkemuka dari kawasan Asia-Pasifik ke Indonesia, sekaligus menampilkan yang terbaik dari kawasan ini kepada audiens kami. Kemitraan ini juga diperkuat dengan seri konten multi-platform selama delapan bulan yang secara khusus menyoroti Indonesia,” kata Gerrie.
Penyelenggara menyebut, jika digelar di Jakarta atau Bali, Indonesia berpeluang menjadi sorotan internasional. Mereka menargetkan lebih dari 18 juta impresi di seluruh platform Tatler Asia.
Gerrie menambahkan, ajang tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk mempromosikan kuliner dan hospitality Indonesia secara luas. Ia berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pelaksanaannya.
Tatler Asia dikenal sebagai media gaya hidup mewah di kawasan Asia yang mengangkat tokoh, gagasan, dan kisah berpengaruh di bidang mode, gaya hidup, serta kepemimpinan. Saat ini, Tatler Asia hadir di berbagai negara di Asia dan terus memperluas jangkauan pasarnya ke kawasan lain.
Dalam pertemuan itu, Teuku Riefky didampingi Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Amir Hamzah serta Direktur Fesyen Romi Astuti.

