Jakarta — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyambut baik inisiatif dari mitra-mitra di kawasan, termasuk China dan Pakistan, yang dinilainya sebagai langkah praktis menuju penghentian permusuhan secara permanen, perundingan perdamaian, perlindungan warga sipil, serta normalisasi hubungan ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 11 April 2026.
Ia menegaskan, sejak awal Indonesia telah menyerukan kepada pihak-pihak yang berkonflik agar segera menghentikan permusuhan dan kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan hukum internasional.
“Kami minta kepada yang berkonflik untuk segera menghentikan permusuhan dan kembali ke meja keperundingan dalam upaya mengatasi masalah dengan sesuai hukum internasional,” kata Sugiono.
China dan Pakistan sebelumnya mengeluarkan inisiatif lima poin pada 31 Maret yang disebut mencerminkan konsensus internasional untuk gencatan senjata dan perdamaian.
Menurut Sugiono, Indonesia menyambut baik upaya yang memprioritaskan dialog dan diplomasi karena dinilai dapat mewujudkan kondisi yang diperlukan bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan keamanan yang lebih luas di kawasan tersebut dan sekitarnya.