BERITA TERKINI
Menlu Sugiono Kunjungi Turki untuk Antalya Diplomacy Forum 2026, Angkat Peran ASEAN dan Bahas Timur Tengah

Menlu Sugiono Kunjungi Turki untuk Antalya Diplomacy Forum 2026, Angkat Peran ASEAN dan Bahas Timur Tengah

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Turki pada 17–19 April 2026 untuk menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2026 di Antalya. Forum diplomasi tahunan ini menjadi salah satu ajang pembahasan isu-isu global yang menghadirkan kepala negara, menteri luar negeri, akademisi, hingga pelaku bisnis internasional.

ADF 2026 mengusung tema “Mapping Tomorrow” dan “Managing Uncertainties”. Tema tersebut menyoroti kebutuhan diplomasi yang antisipatif di tengah ketidakpastian geopolitik, rivalitas kekuatan besar, serta perlambatan ekonomi global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan kehadiran Menlu RI mencerminkan komitmen diplomasi Indonesia terhadap Turki yang tengah berproses menjadi mitra dialog ASEAN. Menurutnya, langkah ini sekaligus mencerminkan penguatan hubungan politik kedua negara.

Dalam rangkaian ADF, Sugiono dijadwalkan menjadi panelis dalam diskusi terkait ASEAN. Kehadiran Indonesia dalam sesi ini dipandang penting untuk menegaskan kembali sentralitas ASEAN di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Sejumlah isu yang berpotensi mengemuka dalam diskusi antara lain stabilitas Laut China Selatan, ketahanan energi dan pangan, transformasi digital, serta penguatan arsitektur keamanan kawasan. Indonesia juga dinilai memiliki posisi strategis di ASEAN, termasuk sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang berkontribusi sekitar 35 persen terhadap total PDB ASEAN. Sementara itu, ASEAN disebut memiliki total PDB lebih dari US$3,6 triliun dan populasi lebih dari 670 juta jiwa.

Selain menghadiri ADF, Sugiono juga dijadwalkan mengikuti pertemuan tingkat menteri negara-negara Group of Eight (G8) pada 18 April 2026. Pertemuan tersebut akan membahas perkembangan situasi di Timur Tengah yang masih diwarnai eskalasi konflik dan ketidakpastian politik.

Indonesia selama ini mendorong penyelesaian damai konflik di Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap solusi dua negara bagi Palestina. Sikap tersebut disebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan Indonesia menempatkan diri sebagai jembatan dialog dalam berbagai konflik internasional. Keterlibatan Indonesia dalam diskusi G8 juga menunjukkan perhatian diplomasi RI tidak hanya pada isu regional, tetapi turut terlibat dalam percakapan strategis global.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Indonesia dan Turki disebut menunjukkan tren penguatan di bidang politik maupun ekonomi. Turki dipandang sebagai salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia, dengan posisi strategis dalam dinamika geopolitik Eropa dan Timur Tengah. Kerja sama bilateral kedua negara mencakup perdagangan, industri pertahanan, pendidikan, hingga pengembangan teknologi.

Dalam konteks ASEAN, proses Turki menjadi mitra dialog dinilai membuka peluang kolaborasi ekonomi dan investasi yang lebih luas dengan Asia Tenggara. Partisipasi Sugiono di Antalya juga menjadi bagian dari diplomasi bilateral yang lebih luas, termasuk agenda pertemuan dengan sejumlah negara mitra di sela-sela forum.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan akan memberikan pembaruan lebih lanjut mengenai detail pertemuan bilateral tersebut. Sementara itu, ADF dikenal sebagai forum diplomasi internasional yang dalam beberapa tahun terakhir semakin diperhitungkan, dengan partisipasi puluhan kepala negara dan ratusan pembicara dari berbagai belahan dunia.

Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam ADF 2026 menegaskan penguatan peran diplomasi di tingkat global, konsistensi dalam menjaga sentralitas ASEAN, serta komitmen pada stabilitas Timur Tengah dan perdamaian dunia di tengah ketidakpastian global.