Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela-sela Sidang ke-61 Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC) di Jenewa, Swiss. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah sorotan global terhadap krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam dialog bilateral itu, Sugiono menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi lebih aktif dalam proses perdamaian yang dinilai adil dan berkelanjutan.
Menurut Sugiono, komitmen Indonesia tidak hanya disampaikan melalui pernyataan politik, tetapi juga melalui keterlibatan pada mekanisme internasional. Ia menyebut partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) serta peran dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza sebagai bagian dari upaya tersebut.
Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia mendorong agar transisi politik dan stabilisasi di Gaza berjalan selaras dengan kepentingan rakyat Palestina serta prinsip hukum internasional. Fokus yang ditekankan meliputi perlindungan warga sipil dan penyaluran bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, serta tanpa hambatan di tengah kondisi yang masih rapuh.
Di forum yang sama, Sugiono juga menegaskan dorongan Indonesia untuk menghentikan semua bentuk kekerasan di Palestina. Ia menekankan pentingnya akses kemanusiaan yang penuh dan aman bagi masyarakat terdampak.
Dalam konteks diplomasi multilateral, Indonesia menyatakan tetap mendorong solusi dua negara (two-state solution) dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional. Sikap tersebut, menurut pernyataan yang disampaikan, menjadi bagian dari strategi diplomasi Indonesia di berbagai forum internasional untuk memperkuat dukungan terhadap perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Indonesia juga menyatakan rencana menjadi tuan rumah D-8 Summit di Jakarta pada April 2026 dan akan mengadakan sesi khusus mengenai Palestina. Agenda itu disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas internasional.

