BERITA TERKINI
Menlu Italia Kecam Kekerasan terhadap Umat Kristen di Lebanon, Israel, dan Tepi Barat

Menlu Italia Kecam Kekerasan terhadap Umat Kristen di Lebanon, Israel, dan Tepi Barat

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengecam apa yang ia sebut sebagai kekerasan yang “tidak dapat diterima” terhadap umat Kristen di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Tajani usai menghadiri pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels.

Tajani mengatakan serangan serta tindakan intimidasi yang menargetkan umat Kristen di Lebanon, Israel, dan Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki—telah menjadi “terlalu banyak.”

Menanggapi pertanyaan mengenai insiden kekerasan dan penghinaan yang ditujukan kepada umat Kristen dan nilai-nilai Kristen di kawasan tersebut, Tajani menyatakan ia mengutuk kejadian-kejadian itu. “Saya mengutuk kekerasan terhadap umat Kristen di Lebanon, Israel, dan Tepi Barat. Insiden-insiden ini terlalu banyak dan tidak dapat diterima,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya perilaku tidak hormat dan penghinaan terhadap nilai-nilai suci yang, menurutnya, menyinggung kepekaan umat Katolik. Tajani menegaskan tidak seorang pun berhak menghina keyakinan orang lain.

Dalam kesempatan yang sama, Tajani mengatakan tidak ada pembahasan selama pertemuan terkait usulan untuk menjatuhkan sanksi kepada para menteri sayap kanan Israel.

Tajani turut menyinggung perang di Ukraina. Ia menilai Eropa harus memainkan peran sentral dalam setiap perjanjian perdamaian di masa depan dengan Rusia. “Tanpa Eropa, perjanjian perdamaian dengan Moskow tidak dapat dicapai,” kata Tajani.

Ia menyebut Uni Eropa telah memberikan dukungan luas bagi pertahanan Ukraina, menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, serta menyiapkan paket langkah-langkah lainnya. Tajani juga menyatakan pencabutan sanksi pada akhirnya dapat menjadi bagian dari proses perdamaian, seraya menambahkan bahwa Eropa harus terlibat pada “tahap akhir” negosiasi.

Sebelumnya pada hari yang sama, Tajani menolak saran Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder dapat bertindak sebagai mediator dalam kemungkinan pembicaraan Uni Eropa-Rusia. Menurut Tajani, setiap negosiator yang mewakili Uni Eropa akan dipilih oleh blok tersebut, bukan oleh Moskow.