BERITA TERKINI
Menlu Iran Abbas Araghchi Tuduh AS Gagalkan Diplomasi dan Pilih Opsi Militer

Menlu Iran Abbas Araghchi Tuduh AS Gagalkan Diplomasi dan Pilih Opsi Militer

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran tidak akan tunduk pada tekanan asing. Dalam pernyataan yang ia publikasikan melalui akun resminya di platform X pada Jumat, Araghchi menuduh Amerika Serikat kerap memilih langkah militer ketika jalur diplomasi terbuka.

Menurut Araghchi, setiap peluang penyelesaian damai berulang kali digagalkan oleh keputusan militer Washington. “Setiap kali solusi diplomatik tersedia di atas meja, Amerika Serikat justru memilih petualangan militer yang sembrono,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan motif di balik langkah tersebut. Araghchi menanyakan apakah tindakan itu sekadar taktik tekanan yang kasar, atau ada pihak yang kembali menyesatkan presiden AS hingga menyeretnya ke konflik baru. Ia menegaskan, apa pun alasannya, dampaknya tetap sama: Iran tidak akan menyerah pada tekanan, sementara diplomasi menjadi korban.

Dalam pernyataan yang sama, Araghchi menanggapi laporan intelijen Amerika Serikat dengan menyebut penilaian CIA keliru terkait kemampuan militer Iran. Ia mengatakan stok rudal dan kemampuan peluncur Iran saat ini bahkan melebihi sebelum konflik terakhir.

“Bukan 75% seperti yang diklaim, angka yang benar adalah 120% dibandingkan kondisi 28 Februari,” kata Araghchi. Ia menambahkan kesiapan Iran untuk mempertahankan negaranya berada pada tingkat maksimal. “Adapun kesiapan kami untuk membela rakyat kami adalah 1000%,” ujarnya.

Pernyataan Araghchi muncul di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Iran sebelumnya melaporkan terjadi baku tembak setelah kapal tanker minyaknya diserang oleh pasukan Amerika. Sumber militer Iran menyebut serangan itu memicu respons terhadap kapal-kapal militer AS.

Media internasional juga melaporkan sejumlah lokasi di Iran menjadi sasaran serangan, termasuk fasilitas pelabuhan dan pangkalan militer di wilayah selatan. Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya hanya melakukan “serangan defensif” setelah menghadapi apa yang mereka sebut sebagai serangan Iran yang tidak beralasan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggambarkan serangan balasan terhadap target Iran sebagai “tamparan ringan”, sembari menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata masih tetap berlaku.