BERITA TERKINI
Menlu Iran Abbas Araghchi Peringatkan AS soal Serangan Israel ke Lebanon dan Risiko Rusaknya Gencatan Senjata

Menlu Iran Abbas Araghchi Peringatkan AS soal Serangan Israel ke Lebanon dan Risiko Rusaknya Gencatan Senjata

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membiarkan Israel merusak gencatan senjata, di tengah berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon. Ia menilai keputusan tersebut akan merugikan dan menyebut akan menjadi tindakan “bodoh” jika Washington membiarkan serangan terus berlangsung hingga membahayakan kesepakatan gencatan senjata.

Menurut Araghchi, serangan intensif Israel ke Lebanon telah menewaskan ratusan orang sejak gencatan senjata diberlakukan. Dalam perkembangan terbaru, jumlah korban tewas akibat serangan terbaru dilaporkan telah melampaui 300 orang.

Pada Kamis (9/4), Araghchi juga menyinggung kelanjutan sidang korupsi yang melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menduga Netanyahu memiliki motif politik untuk mempertahankan konflik. Araghchi menilai perluasan gencatan senjata di kawasan, termasuk di Lebanon, dapat mempercepat tekanan hukum terhadap Netanyahu.

“Gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya,” tulis Araghchi di media sosial.

Araghchi menyampaikan bahwa membiarkan Israel terus menyerang hanya akan merusak upaya diplomasi yang sedang berjalan. Pernyataan itu muncul di tengah perbedaan tafsir mengenai cakupan gencatan senjata yang mencakup Lebanon, yang disebut menjadi salah satu sumber ketegangan utama sejak gencatan senjata diumumkan.

Pemerintah dan media Iran mengisyaratkan kemungkinan respons jika serangan Israel tidak dihentikan. Respons yang disebutkan mencakup opsi tindakan militer atau kembali memblokir Selat Hormuz, yang dipandang sebagai cara untuk memaksa penerapan gencatan senjata secara menyeluruh.

Di sisi lain, Donald Trump menyatakan telah meminta Israel menahan diri. Ia mengaku berbicara langsung dengan Netanyahu untuk meredakan situasi dan berharap langkah itu dapat menjaga peluang negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

JD Vance juga disebut menyampaikan bahwa Israel bersedia melakukan penyesuaian terbatas dalam operasinya di Lebanon. Namun, di lapangan serangan Israel dilaporkan tetap berlanjut dengan intensitas tinggi. Israel juga melancarkan serangan baru yang menewaskan petugas penyelamat di wilayah selatan Lebanon, serta mengeluarkan perintah evakuasi untuk wilayah padat penduduk di Beirut.