Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggaungkan inisiatif strategis bertajuk “Tahun Tiongkok” sebagai fondasi utama rangkaian pelaksanaan agenda APEC 2026. Melalui inisiatif ini, China menekankan pentingnya memperkuat integrasi ekonomi kawasan, mempercepat transformasi digital dan hijau, serta memperluas kolaborasi lintas sektor di Asia Pasifik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan bahwa Wang Yi telah memaparkan rancangan hasil utama yang diharapkan dari “Tahun Tiongkok” APEC. Menurut Lin, Wang Yi mendorong para pihak untuk berfokus pada tujuan membangun komunitas Asia-Pasifik sekaligus memajukan proses pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (Free Trade Area of the Asia-Pacific/FTAAP).
China menyatakan kesiapan menyambut para delegasi dengan tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama”. Rangkaian kegiatan disebut telah dimulai melalui Pertemuan Pejabat Senior (Senior Officials’ Meeting/SOM) yang berlangsung pada 1–10 Februari 2026 di Guangzhou, Provinsi Guangdong.
Dalam pernyataannya, Wang Yi menyoroti peran FTAAP dan jaringan konektivitas sebagai elemen penting integrasi ekonomi regional. Ia mengajak seluruh anggota untuk membangun sinergi dengan menyatukan berbagai perjanjian dagang yang telah ada, termasuk dengan mengeksplorasi cara menyelaraskan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) sebagai langkah memperluas jalan menuju FTAAP.
Lin Jian menambahkan, pertemuan-pertemuan awal tersebut menjadi agenda resmi pertama yang diselenggarakan China sebagai tuan rumah APEC. Hasilnya akan dibahas lebih lanjut pada Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Wang Yi juga menilai Cetak Biru Konektivitas APEC 2015–2025, yang dicanangkan pada pertemuan Beijing 2014, telah menghasilkan capaian signifikan. Namun, ia mendorong agar momentum tersebut ditingkatkan dengan mengidentifikasi lebih banyak kepentingan bersama di antara anggota ekonomi, serta memperkuat konektivitas fisik, kelembagaan, dan antarmasyarakat agar lebih solid dan efektif.
Selain agenda konektivitas, China mendorong percepatan tiga transformasi utama, yakni digital, ilmu pengetahuan, dan lingkungan yang digerakkan oleh inovasi. Wang Yi menyebut arah ini sebagai mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi APEC, termasuk melalui pengembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berpusat pada manusia, serta penguatan inisiatif energi bersih dan mineral hijau.
Wang Yi menyampaikan perlunya membangun kemitraan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta mendorong ekosistem inovasi yang terbuka. Ia juga menekankan pemanfaatan kekuatan teknologi digital untuk memperkuat kerja sama praktis seperti perdagangan elektronik lintas batas, aliran data, hingga bea cukai cerdas. Di sisi lain, ia mendorong percepatan pembangunan hijau dan rendah karbon serta pengajuan inisiatif kerja sama di bidang energi bersih, mineral hijau, perlindungan lingkungan, dan sektor terkait.
Aspek tata kelola turut menjadi sorotan dalam agenda “Tahun Tiongkok”. Wang Yi menekankan perlunya menghormati keragaman antaranggota sembari memperdalam kerja sama praktis yang terkait kebutuhan pembangunan, termasuk isu kesehatan dan ketahanan pangan. Ia juga menyinggung kerja sama lintas batas dalam memerangi korupsi, serta penguatan kolaborasi di bidang fiskal, transportasi, pariwisata, kesehatan masyarakat, penuaan penduduk, dan bidang lainnya.
China turut menyerukan penguatan interaksi di tingkat akar rumput, yang mencakup pelibatan usaha kecil dan menengah (UKM), pemberdayaan perempuan, pemuda, serta media untuk mempererat hubungan antarmasyarakat. Informasi mengenai agenda tersebut disebut dapat diakses melalui situs resmi yang baru diluncurkan, www.apec2026.cn.
APEC merupakan forum yang beranggotakan 21 entitas ekonomi. Forum ini berpegang pada Putrajaya Vision 2040 untuk mendorong kawasan Asia-Pasifik yang terbuka, dinamis, tangguh, dan damai, menggantikan Bogor Goals yang sebelumnya menjadi panduan sejak 1994.

