Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampak situasi ekonomi global saat ini tidak seburuk yang dikhawatirkan banyak pihak. Ia mengatakan perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh positif selama konsumsi domestik tetap terjaga.
Purbaya menyampaikan bahwa meski kondisi global kerap disebut penuh ketidakpastian, kinerja ekspor Indonesia tetap tumbuh sepanjang 2025. Ia juga mencatat neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 38,54 miliar pada periode Januari–November 2025.
Di sisi lain, ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas 5% dan inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5% plus minus 1% sesuai target. Dalam pernyataannya di Indonesia Fiscal Forum 2026 di Jakarta, Selasa (27/1), Purbaya mengatakan inflasi secara tahunan berada di level 2,92% dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 kemungkinan mencapai 5,45%.
Menurut Purbaya, ketidakpastian merupakan hal yang selalu ada dalam perekonomian. Ia menilai kondisi global tidak sepenuhnya buruk, seraya menyinggung surplus neraca perdagangan yang tetap terjaga. Ia juga mengingatkan agar kekhawatiran terhadap kondisi global tidak terus dibesar-besarkan.
Purbaya menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus 6% pada tahun ini. Namun, ia menekankan tantangan utama yang perlu dijaga adalah tingkat inflasi.

