BERITA TERKINI
Mendag Zulkifli Hasan Siapkan Akses Pasar Baru bagi UKM hingga Timur Tengah dan Afrika

Mendag Zulkifli Hasan Siapkan Akses Pasar Baru bagi UKM hingga Timur Tengah dan Afrika

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan Kementerian Perdagangan menyiapkan akses yang memudahkan produk usaha kecil dan menengah (UKM) masuk ke pasar internasional, terutama pasar-pasar baru. Upaya tersebut ditempuh antara lain melalui perjanjian dagang dengan mitra nontradisional.

Menurut Zulkifli Hasan, salah satu contoh pembukaan pasar baru dilakukan melalui perjanjian dengan Uni Emirat Arab. Perjanjian itu disebut dapat membuka peluang pasar ke kawasan Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika, serta Eropa Timur.

Ia menyebut langkah tersebut merupakan bentuk komitmen dukungan Kemendag bagi pelaku UKM agar dapat berkembang dan menembus pasar global. Zulkifli Hasan juga menekankan bahwa UKM merupakan sektor padat karya yang melibatkan banyak tenaga kerja.

Selain membuka akses pasar, Zulkifli Hasan mengajak pelaku UKM, khususnya pengusaha busana muslim, untuk mengikuti pameran internasional. Salah satunya melalui partisipasi dalam Jakarta Muslim Fashion Week yang digelar bersamaan dengan Indonesian Trade Expo ke-37 pada Oktober 2022. Ia mengatakan pembeli dari berbagai negara akan hadir dan Kemendag menyediakan stan khusus untuk UKM.

Kemendag juga menyiapkan program pembinaan bagi pelaku UKM untuk memperluas strategi pemasaran melalui platform digital agar dapat bersaing. Di samping itu, Kemendag melakukan dialog dengan pelaku UMKM di berbagai kota di Indonesia.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan menandatangani kerja sama Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE–CEPA). Melalui kerja sama tersebut, tarif bea masuk yang sebelumnya 25 persen menjadi 0 persen. Pemerintah berharap kebijakan itu dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke kawasan Teluk dan Timur Tengah.

Penandatanganan IUAE–CEPA dilakukan bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Zulkifli Hasan menyebut peristiwa itu sebagai momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia memiliki perjanjian dagang dengan negara di kawasan Teluk.