Memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel memicu gangguan pasokan pupuk global, mendorong petani di berbagai negara berlomba mengamankan kebutuhan nutrisi penting bagi tanaman mereka.
Chet Edinger, petani skala luas di wilayah Witchell, Dakota, AS, mengatakan ia segera bergegas mengamankan beberapa truk tambahan pupuk urea untuk puluhan ribu acre lahan yang dikelolanya. Langkah itu diambil ketika perang Iran, AS, dan Israel semakin memanas pada Senin di awal pekan ini.
Edinger mengaku harus membeli pupuk dengan harga yang melonjak tajam, mencapai sekitar 22% lebih mahal dari biasanya. “Kami mengambil apa yang kami butuhkan,” kata Edinger melalui sambungan telepon. “Ini harga tertinggi yang pernah saya bayar.”
Serangan AS dan Israel terhadap Iran, serta balasan Iran di Timur Tengah, disebut telah mengganggu rantai pasok pupuk secara global. Gangguan ini membuat petani berupaya mengamankan stok pupuk lebih cepat untuk mengantisipasi kenaikan harga dan potensi keterbatasan pasokan.

