Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDIP untuk melakukan penghematan anggaran di tengah potensi dampak konflik global terhadap perekonomian nasional. Arahan ini disampaikan seiring meningkatnya ketegangan di tingkat internasional, termasuk situasi Iran-Israel di kawasan Selat Hormuz.
Instruksi tersebut disampaikan Megawati saat membuka agenda penguatan organisasi bagi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) pengurus daerah se-Indonesia di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Dalam siaran pers pada Jumat (17/4/2026), Megawati menyatakan perlunya langkah antisipatif dari kader yang berada di pemerintahan maupun legislatif.
“Saya sudah perintahkan agar para kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDI Perjuangan mengambil kebijakan terobosan untuk melakukan penghematan anggaran,” ujar Megawati.
Megawati juga meminta agar kebijakan pemerintah daerah diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menekankan sektor pangan sebagai area yang dinilai paling rentan terhadap tekanan ekonomi global.
Selain penghematan, Megawati meminta kader mengutamakan skala prioritas dan kebutuhan mendesak. Ia mendorong pelaksanaan program padat karya yang dinilai dapat membantu masyarakat dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil.
“Kedepankan sense of priority and urgency. Pastikan kebutuhan pangan rakyat. Buat mobilisasi kerja padat karya,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga menyinggung adanya laporan masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk cabai. Ia meminta kader PDIP lebih peka terhadap situasi di lapangan dan turun langsung untuk merasakan kondisi warga.
Megawati turut mengingatkan agar tidak ada kader yang terlibat praktik korupsi serta menekankan pentingnya kedisiplinan dalam bekerja untuk masyarakat. Ia menyatakan PDIP saat ini berada pada posisi penyeimbang di luar kabinet, sehingga diminta tetap menjaga integritas dan fokus pada pelayanan publik.
“Dilarang korupsi. Turun ke bawah rasakan denyut kehidupan rakyat,” katanya.