BERITA TERKINI
Media Iran Sebarkan Spekulasi Netanyahu Tewas, The Jerusalem Post Sebut Tanpa Bukti

Media Iran Sebarkan Spekulasi Netanyahu Tewas, The Jerusalem Post Sebut Tanpa Bukti

Sejumlah media Iran yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran menyebarkan spekulasi mengenai kondisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, termasuk dugaan bahwa ia tewas atau terluka. Spekulasi tersebut antara lain disampaikan Kantor Berita Tasnim dan memicu perdebatan mengenai keberadaan Netanyahu di ruang publik.

Dalam laporan yang dirilis pada Selasa itu, Tasnim menyebut narasi tersebut didasarkan pada aktivitas Netanyahu yang dinilai tidak biasa dalam beberapa hari terakhir. Salah satu poin yang disoroti adalah tidak adanya rekaman video terbaru di kanal pribadi Netanyahu. Media tersebut menyebut Netanyahu biasanya aktif mengunggah hingga tiga video per hari, namun hampir tiga hari tidak ada pembaruan konten visual yang menampilkan wajahnya.

Selain itu, media Iran tersebut juga menyoroti tidak munculnya foto terbaru Netanyahu selama empat hari. Mereka menambahkan bahwa komunikasi resmi yang dirilis pemerintah belakangan ini hanya disampaikan melalui pesan berbentuk teks.

Spekulasi turut dikaitkan dengan kabar peningkatan pengamanan di sekitar kediaman pribadi Netanyahu. Langkah itu disebut sebagai upaya pencegahan untuk mengantisipasi potensi serangan drone ke lokasi tersebut. Media Iran juga menghubungkan situasi ini dengan laporan penundaan kunjungan sejumlah tokoh penting dari Amerika Serikat, termasuk Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff, yang disebut batal terbang ke Israel.

Kejanggalan lain yang disoroti adalah laporan percakapan telepon dengan Presiden Prancis yang disebut tidak mencantumkan tanggal. Meski demikian, media Iran tersebut tidak menyertakan bukti otentik untuk mendukung klaim yang mereka buat.

Sementara itu, The Jerusalem Post membantah isu tersebut dan menyebutnya sebagai spekulasi palsu tanpa bukti. Netanyahu juga dilaporkan masih beraktivitas di Beersheba serta melakukan komunikasi diplomatik dengan Presiden Prancis.