BERITA TERKINI
Marty Natalegawa Dorong Dewan Keamanan PBB Pastikan Keamanan di Mesir dan Timur Tengah

Marty Natalegawa Dorong Dewan Keamanan PBB Pastikan Keamanan di Mesir dan Timur Tengah

Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Marty Natalegawa, mengimbau Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjalankan mandatnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya di Mesir, sesuai dengan Piagam PBB.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Jumat, Natalegawa menekankan pentingnya menciptakan situasi yang kondusif bagi semua pihak di Mesir agar dapat melakukan dialog dan rekonsiliasi secara damai. Ia menyebutkan bahwa Indonesia memandang Mesir sebagai sahabat dan tidak menginginkan terjadinya kekerasan yang berkepanjangan seperti yang terjadi di beberapa negara lain di kawasan Timur Tengah.

Meski perkembangan di Mesir belum menjadi agenda resmi Dewan Keamanan PBB, Menteri Luar Negeri menegaskan perlunya langkah antisipatif agar konflik serupa yang terjadi di Suriah tidak terulang di Mesir maupun negara-negara lain di wilayah tersebut.

"Kekerasan bukanlah jalan untuk menemukan solusi. Diplomasi harus bergerak untuk menyelesaikan permasalahan di Timur Tengah," ujar Natalegawa.

Natalegawa juga mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap insiden kekerasan yang telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di Mesir. Ia memperingatkan bahwa jika konflik ini tidak segera dihentikan, potensi eskalasi dan korban jiwa yang lebih besar dapat terjadi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada. Menurutnya, sikap yang mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Mesir diperlukan untuk mencapai solusi yang menguntungkan semua pihak yang terlibat konflik.

Terkait situasi di Palestina, Marty Natalegawa menilai terdapat momentum positif dengan dimulainya proses perundingan yang difasilitasi oleh pemerintah Amerika Serikat. Ia mendorong agar Dewan Keamanan PBB turut menciptakan kondisi yang kondusif dan memberikan dukungan agar perundingan antara Palestina dan Israel dapat terus dilanjutkan.

Sementara itu, dalam konteks Suriah, Menlu RI mengajak Dewan Keamanan PBB untuk mencari alternatif penyelesaian yang efektif. Ia menyarankan pendekatan bertahap yang dapat membangun rasa saling percaya di antara pihak-pihak yang bertikai, dengan tujuan menggelar perundingan damai secepatnya.

Natalegawa sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Presiden Dewan Keamanan PBB yang juga Wakil Tetap Argentina untuk PBB, Duta Besar María Cristina Perceval, pada 22 Agustus 2013 di Markas Besar PBB, New York. Pertemuan tersebut membahas perkembangan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah, khususnya situasi di Palestina, Suriah, dan Mesir. Dalam diskusi selama kurang lebih satu jam itu, Menlu RI juga meminta penjelasan mengenai langkah-langkah yang diambil Dewan Keamanan PBB dalam menangani isu-isu tersebut.