Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka serius dalam serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Kharrazi menjadi salah satu tokoh penting yang gugur di tengah meningkatnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi media pemerintah Iran, Press TV, pada Jumat (10/4/2026). Menurut laporan itu, Kharrazi mengembuskan napas terakhir pada Kamis (9/4) malam waktu setempat, setelah sebelumnya terluka akibat serangan yang menargetkan kediamannya di Teheran pada 1 April 2026.
Dalam serangan tersebut, istri Kharrazi juga dilaporkan tewas. Insiden ini menambah daftar korban dalam eskalasi ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Kharrazi dikenal sebagai diplomat senior berpengaruh dalam sejarah modern Iran. Karier politik dan diplomasinya disebut telah berlangsung sejak Revolusi Islam Iran 1979. Ia pernah menjabat Menteri Luar Negeri Iran selama dua periode pada 1997–2005, dan berperan dalam membentuk arah kebijakan luar negeri Iran di tengah dinamika geopolitik global.
Selain itu, Kharrazi memimpin Dewan Strategis untuk Hubungan Luar Negeri Iran, sebuah lembaga pemikir yang memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah terkait hubungan internasional. Lembaga tersebut berada di bawah pengawasan Pemimpin Tertinggi Iran dan disebut memiliki pengaruh dalam menentukan arah diplomasi negara. Kharrazi juga dikenal sebagai penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Kematian Kharrazi terjadi di tengah konflik bersenjata yang dalam laporan tersebut disebut sebagai perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Republik Islam Iran, yang dimulai sejak 28 Februari 2026. Disebutkan, konflik itu telah menimbulkan dampak besar dari sisi kemanusiaan dan stabilitas kawasan, dengan laporan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia.
Selain warga sipil, sejumlah pejabat tinggi Iran dan komandan militer juga dilaporkan menjadi korban dalam rangkaian serangan yang berlangsung intens dalam beberapa pekan terakhir. Serangan terhadap kediaman Kharrazi dinilai sebagai salah satu titik penting dalam eskalasi, mengingat posisinya sebagai tokoh strategis dalam diplomasi Iran.
Sejumlah pengamat internasional menilai wafatnya Kharrazi berpotensi memengaruhi arah kebijakan luar negeri Iran. Kehilangan figur berpengalaman seperti dirinya diperkirakan dapat menciptakan kekosongan dalam strategi diplomasi Iran di tengah situasi global yang penuh tekanan.
Di sisi lain, pemerintah Iran diperkirakan merespons dengan langkah lebih tegas, sementara retorika terhadap Amerika Serikat dan Israel disebut berpotensi meningkat seiring tuntutan publik domestik untuk membalas serangan tersebut. Di dalam negeri, kematian Kharrazi juga memicu gelombang duka, dengan sejumlah tokoh politik, akademisi, dan masyarakat menyampaikan belasungkawa.
Kepergian Kharrazi kini menambah ketidakpastian mengenai arah diplomasi Iran di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda. Perkembangan situasi terus menjadi perhatian dunia internasional mengingat potensi eskalasi yang dapat berdampak lebih luas terhadap stabilitas global.