BERITA TERKINI
Mantan Kasatpol PP DKI Harianto Badjoeri Meninggal Dunia, Dimakamkan di Tanah Kusir

Mantan Kasatpol PP DKI Harianto Badjoeri Meninggal Dunia, Dimakamkan di Tanah Kusir

Kabar duka datang dari keluarga besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta periode 2005–2010, Harianto Badjoeri, meninggal dunia di Jakarta pada Minggu (22/2) pukul 23.18 WIB.

Pria yang akrab disapa HB itu mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pondok Indah. Kepergiannya meninggalkan duka bagi jajaran Satpol PP serta sejumlah pejabat yang pernah bekerja bersamanya.

Suasana haru menyelimuti rumah duka di Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. Sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir, almarhum dilepas melalui upacara kedinasan yang dipimpin Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta saat ini, Satriadi Gunawan.

Sejumlah tokoh hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo dan mantan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Harianto Badjoeri kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Satriadi Gunawan mengenang Harianto Badjoeri sebagai pemimpin yang tegas, sekaligus memberi perhatian pada sisi spiritual dan kesejahteraan anggota. Ia menyebut semasa menjabat, almarhum menjalankan pembinaan anggota dengan pendekatan humanis.

Menurut Satriadi, salah satu hal yang dikenang dari kepemimpinan Harianto Badjoeri adalah pemberian penghargaan kepada pegawai berprestasi berupa perjalanan ibadah. “Banyak hal bermanfaat yang beliau lakukan selama menjabat. Salah satunya memberikan penghargaan kepada para pegawai. Bagi yang beragama Islam diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah umrah, sedangkan bagi yang beragama Nasrani diberikan kesempatan mengikuti perjalanan religi ke Yerusalem,” ujar Satriadi.

Bagi jajaran Satpol PP DKI Jakarta, Harianto Badjoeri disebut bukan sekadar atasan, melainkan figur yang mengayomi. Dedikasi dan kinerjanya selama memimpin pada masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo juga dinilai menjadi salah satu tolok ukur dalam pengembangan organisasi Satpol PP ke depan.